Jumat, 15 Juni 2018 08:59 WITA

Suka Komsumsi Masakan Bersantan Saat Lebaran? Jangan Lupakan Hal Ini

Editor: Aswad Syam
Suka Komsumsi Masakan Bersantan Saat Lebaran? Jangan Lupakan Hal Ini
Opor ayam

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Lebaran telah datang. Momen hari raya yang hanya setahun sekali ini, tentu menjadi hal spesial bagi umat muslim. Sanak saudara berkumpul dan aneka masakan khas lebaran pun disajikan.

Masakan bersantan seperti opor ayam, ketupat sayur, rendang, dan gulai, adalah makanan paling favorit saat merayakan Hari Raya Idulfitri. Sebagian orang bahkan sampai tak mampu mengontrol nafsu makan saat melihat sajian itu.

Namun sayangnya, makanan tersebut tidak dapat dikomsumsi secara berlebihan. Pasalnya, makanan bersantan mengandung kandungan lemak jenuh yang tinggi. Sehingga jika dikonsumsi berlebih, dapat membahayakan tubuh.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Naisyah T Azikin mengatakan, pada dasarnya makanan bersantan cukup baik. Asalkan pengolahannya dilakukan secara benar.

"Santan tidak akan membahayakan kesehatan, asalkan komsumsinya dapat ditakar. Cara masaknya pun harus benar," kata Naisyah pada Rakyatku.com.

Naisyah mengungkapkan, kandungan paling berbahaya dalam santan adalah lemak jenuh, yang bisa semakin meningkat apabila terlalu sering dipanaskan.

Selain itu, makanan bersantan yang dipanaskan secara berulang-ulang, juga dapat meningkatkan kadar garam. Hal itu bisa membahayakan orang-orang yang memiliki riwayat kolesterol, hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Guna menghindari risiko menyakit akibat konsumsi santan berlebih, Naisyah mengimbau kepada masyarakat untuk mengimbanginya dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang mengandung banyak serat.

"Serat yang terkandung dalam buah dan sayur, dapat membantu mengikat lemak dari makanan bersantan. Sehingga tidak mudah diserap oleh tubuh," pungkasnya.