Minggu, 17 Juni 2018 09:21 WITA

Begini Kecanggihan Teknologi di Pembangunan Tol Layang Pettarani

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Aswad Syam
Begini Kecanggihan Teknologi di Pembangunan Tol Layang Pettarani
Maket Tol Layang Pettarani.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Technical and Operational Director PT Margautama Nusantara (MUN), Ismail Malliungan mengatakan, teknologi yang akan digunakan dalam pembangunan Pettarani Tol Road atau Tol Ujung Pandang Seksi III Jalan Layang Tol Andi Pangeran Pettarani, yaitu sistem beton pracetak segmental box girder.

"Teknologi yang digunakan pada pembangunan Tol Layang Pettarani, sama dengan yang digunakan pada Jembatan Simpang Susun Semanggi di Jakarta. Dengan metode erection pengangkatan dengan lifter yang diperkuat dengan prestressed," kata Ismail pada Rakyatku.com.

Sama dengan Jembatan Simpang Susun Semanggi, Tol Layang Pettarani juga dikerja PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA. Segmen-segmen box girder sendiri, akan diproduksi di Pabrik WIKA, di kawasan Kawasan Industri Makassar (KIMA), Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya.

Ismail memaparkan, jalan layang dengan sistem box girder ini merupakan sebuah jalan berbentuk jembatan, yang struktur atasnya terdiri dari balok-balok penopang utama berbentuk kotak berongga.

"Jadi setiap bentangannya nanti, ada sembilan segmen. Segmen-segmen itulah yang dirangkai, kemudian dipasang dengan memanfaatkan gaya-gaya prategang atau prestressing forces," jelasnya.

Teknologi ini diyakini mampu pempercepat proses penyelesaian proyek Tol Layang Pettarani. Pasalnya setiap pemasangan box girder, hanya membutuhkan waktu 60-80 menit. Tanpa mengganggu arus lalu-lintas di sekitarnya.

"Rencana awal, pembangunan Tol Layang Pettarani ditargetkan rampung dalam waktu 22 bulan. Terhitung sejak Mei 2018 hingga Februari 2020," ungkapnya.

Tapi dengan teknologi box girder, Ismail yakin, jalan tol layang pertama di Sulawesi Selatan dengan panjang 4,3 kilometer ini, dapat selesai lebih cepat.