Rabu, 13 Juni 2018 22:45 WITA

Pajak Progresif Sulsel Turun, Dealer Akui Terjadi Peningkatan Penjualan

Editor: Aswad Syam
Pajak Progresif Sulsel Turun, Dealer Akui Terjadi Peningkatan Penjualan
Tautoto Tanaranggina (kanan), saat di Samsat Makassar.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - CEO Kalla Toyota, Hariadi Kaimuddin mengakui, dengan pemberlakuan pengurangan pajak progresif, terjadi peningkatan penjualan kendaraan. 

Hal ini juga membuat persaingan antar-dealer, terutama yang ada di Makassar dan Pulau Jawa, bisa berjalan dengan baik. 

"Minimal levelnya sudah seimbang. Tinggal kami yang harus berjuang dengan perusahaan di Jakarta. Termasuk untuk membendung kendaraan dari luar Sulsel," ujar Hariadi Kaimuddin.

Sebelumnya, Kepala Bapenda Sulsel, Tautoto Tanaranggina memaparkan pajak progresif untuk kendaraan bermotor kedua sebesar 2 persen, ketiga 2,25 persen, keempat 2,5 persen dan kelima dan seterusnya 2,75 persen. Kenaikannya untuk tambahan tiap kendaraan hanya 0,25 persen. 

"Ini yang paling murah se-Indonesia, kalau di daerah lain kenaikannya 1 persen. Di Jakarta misalnya untuk kendaraan kelima dan seterusnya pajak progresifnya sekitar 5 persen," katanya. 

Tak hanya itu, dasar pengenaan pajak progresif di Sulsel dilakukan berdasarkan nama dan alamat. Berbeda di Jakarta, diberlakukan sesuai alamat. Meski nama pemilik berbeda, namun dengan alamat yang sama maka tetap diberlakukan pajak progresif. 

Selain pemotongan pajak progresif, Bapenda Sulsel juga memberikan intensif PKB dan BBNKB untuk angkutan umum orang dan angkutan barang. Untuk angkutan umum orang sebesar 70 persen dan barang 50 persen dari dasar pengenaan PKB. 

"Ini hanya diberikan kepada angkutan atas nama badan hukum dan memiliki izin penyelenggaraan atau trayek untuk angkutan umum orang, dan izin usaha untuk angkutan umum barang," tutupnya.