Kamis, 07 Juni 2018 14:06 WITA

H-7 Lebaran, Harga Bahan Pokok di Pangkep Stabil

Penulis: Saiful Mujib
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
H-7 Lebaran, Harga Bahan Pokok di Pangkep Stabil

RAKYATKU.COM - Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana menegaskan, bahwa harga bahan pokok H-7 lebaran 2018 di Pangkep, stabil. Begitupun dengan stok bahan pokok yang diperkirakan aman hingga lebaran.

Hal tersebut disampaikan Syahban, usai memantau sejumlah kebutuhan bahan pokok di Pasar Sentral Pangkep, Kamis (7/6/2018), bersama forum komunikasi pimpinan daerah Pangkep.

"Yang mengkhawatirkan harga daging, karena biasanya memasuki Idul Fitri konsumsi daging meningkat. Namun Alhamdulillah dari pemantauan kita di H-7 ini bersama forum komunikasi pimpinan daerah, masyarakat masih bisa beli lah," kata Syahban.

Menurut Syahban, guna mengantisipasi kenaikan harga H-2 atau H-3 lebaran, Pemkab, TNI maupun Polri akan selalu memantau harga dan ketersediaan bahan pokok, meskipun telah memasuki libur lebaran.

"Penekanannya Pak Bupati, jangan terlalu lama kita libur. Termasuk Polri dan TNI akan selalu standby," ungkap Syahban.

Sedangkan dari sejumlah pedagang di Pasar Sentral Pangkep, mengaku kenaikan harga biasanya terjadi H-3 sampai H-2 menjelang lebaran. 

"Ini sudah mulai naik lagi, apalagi beberapa hari lagi jelang lebaran, karena stok sebagian dikirim ke luar," ujar Sapri, penjual telur ayam ras di pasar sentral Pangkep.

loading...

H-7 Lebaran, Harga Bahan Pokok di Pangkep Stabil

Harga telur sendiri saat ini, kata Sapri, berkisar di harga Rp38 dan Rp40 ribu per rak. Sedikit turun dari harga yang berlaku saat awal pertama puasa yang tembus Rp45 ribu per raknya. Ayam potong Rp36 ribu, dan daging sapi sendiri berkisar Rp95 ribu per kilo.

Cabe rawit kecil sendiri berkisar Rp25 ribu per kilo gram, sama dengan harga cabe besar. Cabe besar keriting Rp30 ribu dan tomat hanya Rp7 sampai Rp8 ribu perkilo. Sedangkan bawang merah dan putih bertahan di harga 33 ribu per kilo.

"Sebenarnya bagi pedangang, kalau mahal agak bagus, dibanding kalau murah karena lama baru habis," ungkap Risna pedagang cabai

 

Loading...
Loading...