Jumat, 24 Juni 2016 07:35 WITA

Makassar Masih Menjadi Kutub Pertumbuhan Ekonomi Sulsel

Penulis: Trio Rimbawan
Editor: Vkar Sammana
Makassar Masih Menjadi Kutub Pertumbuhan Ekonomi Sulsel

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Kota Makassar masih menjadi kutub pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan (Sulsel), peranannya terhadap pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 33,12%. 

Hal itu terungkap pada Workshop yang membincangkan perekonomian Kota Makassar semester I tahun 2016 yang menghadirkan pembicara Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, Ekonom Kementerian Keuangan RI, Dr Hamid Paddu, Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan BI Sulsel, Miyono, dan Direktur CRC (Celebes Research Center), Herman Heizer di MGH, Kamis (23/06), kemarin. 

Menurut Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan BI Sulsel, Miyono, Makassar mampu menjadi kutub pertumbuhan ekonomi (growth pole) Sulsel karena didukung sejumlah faktor. Letak geografis Makassar yang strategis untuk mendukung mobilitas sektor perdagangan menjadi salah satu kekuatan ekonomi Makassar. 

Selain itu, Makassar telah sukses membangun city branding sebagai gerbang perdagangan kawasan timur Indonesia ditambah infrastruktur distribusi yang tersedia dengan jumlah dan kualitas yang memadai. 

Disepakatinya berbagai MoU (Mutual of Understanding) dengan beberapa investor besar untuk mengembangkan perkotaan Makassar juga menjadi penyumbang bagi kokohnya perekonomian Makassar. 

"Makassar juga masuk dalam salah satu kota yang menjadi prioritas pengembangan infrastruktur hingga tingkat nasional dan provinsi melalui pendanaan dari APBN ataupun APBD," terang Miyono. 

Beberapa peluang kerja sama nasional dan internasional yang selama ini dijajaki oleh Wali Kota Danny, dalam kaca mata Miyono turut berpengaruh terhadap posisi Makassar sebagai growth pole Sulsel. 

Diakui, sejak menjabat dua tahun lalu (8 Mei 2014) berbagai terobosan dalam membuka peluang investasi dan kerja sama dengan investor kakap kerap dilakukan Wali Kota Danny. 

Loading...

Sebut saja MoU di bidang Smart City dengan perusahaan komputer dunia, Microsoft. Dan beberapa kunjungan perwakilan dari negara - negara sahabat seperti Jepang, Amerika Serikat, Perancis, Australia, dan Belanda yang menjajaki berbagai peluang kerja sama dengan Pemerintah kota (Pemkot) Makassar. 

Sementara untuk dalam negeri, Wali Kota Danny telah menandatangani kerja sama diantaranya dengan Bank BRI, dan PT Telkom. 

Dari catatan Miyono, proyeksi pertumbuhan ekonomi Makassar di tahun 2016 berkisar di angka 7,2% sampai 7,8% dengan tingkat keyakinan konsumen dan penjualan eceran yang cenderung semakin meningkat, dan inflasi yang relatif terkendali pada rentang 4% +_ 1% tahun ini.

"Hal itu dibarengi dengan PDRB kota Makassar yang cukup kuat. Dilihat dari R - squarednya pada aset (84,58%) dan kredit (82,16%)," jelas Miyono lagi.

Di sisi investasi, Dr Hamid Paddu menyampaikan kegiatan investasi di Makassar di tahun 2016 diperkirakan tumbuh dengan berlanjutnya proyek multiyears dan percepatan pelaksanaan lelang proyek. Adapun ekspor luar negeri Makassar diperkirakan membaik di tengah tren positif ekonomi negara - negara mitra dagang dan harga komoditas yang trennya membaik. 

Dari gambaran pertumbuhan ekonomi Makassar, Wali Kota Danny menilai Makassar adalah kota yang memiliki daya tahan. Di saat pertumbuhan ekonomi nasional (2016) berada di angka 5,0% - 5,4% Makassar justru mampu mencapai 7,2% sampai 7,8%. Harga komoditi seperti daging juga relatif terjangkau sebesar Rp 90.000 hingga Rp 95.000.

Loading...
Loading...