Minggu, 03 Juni 2018 03:15 WITA

Andi Jamarro Pikir-pikir Maju Lagi DPR RI Lewat PPP

Editor: Jumardin Akas
Andi Jamarro Pikir-pikir Maju Lagi DPR RI Lewat PPP

RAKYATKU.COM, MAKASSAR -- Andi Jamarro Dulung (AJD) resmi diberhentikan dari jabatan Anggota DPR RI Fraksi PPP, pada tanggal 5 Mei lalu. Diberhentikannya Jamarro berdasarkan surat keputusan presiden (kepres).

Hal itu diakui oleh Jamarro, saat diwawancarai usai menggelar buka puasa di kediamannya, Jalan Mapala, Sabtu (2/6/2018).

Menurut Jamarro, selaku pengganti antar waktu (PAW) legislator senayan sebelumnya, almarhum Andi Muhammad Ghlib, pengunduran dirinya berdasarkan kesepakatan tertulis yang sebelumnya dibuat dengan partainya. Jamarro dilantik pada tanggal 28 Juli 2016.

Ada dua kesepakatan yang dibuat. Pertama, yakni menyetujui perjanjian pergantian masa jabatan dengan Ketua DPW PPP Sulsel, M Aras. Kesepakatan kedua, yaitu bersedia membuat pernyataan pengunduran diri selaku Anggota DPR RI per tanggal 1 April 2018.

Perjanjian tersebut, katanya, dibuat berdasarkan kesepakatan antar Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy, Sekretaris Jenderal DPP PPP Asrul Sani dan Wakil Ketua Umum DPP PPP Amir Uskara.

Namun, lanjut Jamarro, kesepakatan tertulis sempat dipersoalkan olehnya. Mengapa, sambung Jamarro, harus Aras yang menggantikannya. Padahal, peraih suara ketiga pada saat Pileg 2019 Dapil II DPR RI. Sementara, Aras periah suara terbanyak keempat.

"Berdasarkan UU MD3, yang berhak mengganti saya adalah suara terbanyak ketiga. Serempak mereka menjawab: Andi Mariattang sudah diberhentikan dari partai," kata Jamarro mengisahkan pertemuannya kala itu.

Namun rupanya, belakangan Mariattang menyoal keputusan PPP yang 'memaksa' Aras mengganti Jamarro. Jamarro pun mengungkapkan, Mariattang telah mengajukan keberatannya di Mahkamah Partai PPP dan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta.

Makanya, kata Jamarro, saat ini kursi PPP di DPR RI sedang lowong sepeninggal dirinya.

Dengan statusnya saat ini, Jamarro menyebut, PPP sangat dirugikan. Pasalnya, polemik internal partainya membuat kursi di Senayan hilang satu.

Makanya, ia berpendapat, akan ada dua kemungkinan ke depannya. "Kemungkinan pertama Andi Mariattang yang dilantik. Kemungkinan kedua tidak ada yang dilantik. Tetap seperti semula," sebut Ketua IKA UNM tersebut.

"Kalau seperti semula, apakah saya berhak kembali (jadi Anggota DPR RI)? Nggak bisa segampang itu. Karena Keppres pemberhentian saya sudah terbit. Harus ada dulu keputusan pengadilan yang menyatakan Keppres ini batal demi hukum atau Keppres itu ditangguhkan karena ada proses gugatan hukum. Kalau itu, saya bisa kembali," urainya.

Hanya saja, meski Jamarro berhak untuk kembali duduk di Senayan, namun disoalnya.

"Pertanyaan, maukah saya kembali aktif? Pertanyaan berikutnya, apakah Andi Jamarro kembali mau mencalonkan kembali (DPR RI pada Pileg 2019) lewat PPP? Itu," tutupnya tanpa memberi penjelasan.