Jumat, 01 Juni 2018 11:14 WITA

Keren, Begini Rasanya Melewati Tol Layang Pettarani pada 2020

Editor: Abu Asyraf
Keren, Begini Rasanya Melewati Tol Layang Pettarani pada 2020
Desain tol layang Pettarani.

RAKYATKU.COM - Tol layang Pettarani Makassar mulai dikerjakan sejak April 2018. Pohon yang berada di median jalan telah ditebang. Sebagian separator jalan juga telah disingkirkan. Pernahkah Anda membayangkan bagaimana jadinya tol layang Pettarani?

Dari visualisasi yang beredar, keberadaan tol layang senilai Rp2,2 triliun tersebut bakal mengubah wajah Kota Makassar. Khususnya sepanjang Jalan AP Pettarani dari flyover Urip Sumoharjo hingga pertigaan Jalan Sultan Alauddin. Panjang tol layang mencapai 4,3 kilometer.

Tol layang ini dikerjakan PT Bosowa Marga Nusantara (BMN). Direktur Utama PT BMN Anwar Toha mengatakan, kontraktor telah melakukan serangkaian kegiatan menuju pembangunan proyek, yang dimulai di area Tol BMN seperti melakukan penebangan pohon sekitar Jalan Tol Layang dan pengerjaan pelebaran jalan di area pintu keluar Tol BMN. 

Kontraktor dalam hal ini Wika Beton dan tim konsultan Nippon Koei-Indo Koei juga sudah memasuki tahap persiapan dengan berbagai pengerjaan seperti pembersihan lokasi, penebangan pohon, pekerjaan detour (pelebaran jalan), dan juga pemasangan Median Concrete Barrier (MCB) yang dimulai di area Tol BMN.

Pihak perusahaan juga telah menyelesaikan seluruh perizinan yang berkaitan dengan pengerjaan proyek dan telah mendapatkan persetujuan dari berbagai instansi terkait dalam hal ini Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), izin lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait AMDAL dan juga perizinan dari Bina Marga. 

Sesuai jadwal, masa kontruksi berlangsung selama 22 bulan. Artinya, jika proses pembangunannya lancar, tol layang ini sudah bisa dimanfaatkan pada Januari 2020.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta pembangunan tol layang Andi Pangerang (AP) Pettaran yang merupakan seksi 3 dari Jalan Tol Ujung Pandang, segera dimulai konstruksinya. Pasalnya, pembangunan proyek tersebut tak memerlukan pembebasan lahan.