Jumat, 01 Juni 2018 03:30 WITA

Karyawan BUMN di Pangkep Berurusan Polisi karena Status Facebook

Penulis: Saiful Mujib
Editor: Nur Hidayat Said
Karyawan BUMN di Pangkep Berurusan Polisi karena Status Facebook
Ruslan (42) saat diperiksa di Mapolres Pangkep, Kamis (31/5/2018).

RAKYATKU.COM, PANGKEP - Seorang karyawan BUMN, Ruslan (42), warga Kabupaten Maros, harus berurusan dengan polisi, karena statusnya di media sosial Facebook, yang dianggap mengarah pada ujaran kebencian.

Ruslan ditemani istri, menjalani pemeriksaan di Mapolres Pangkep, Kamis (31/5/2018). Di hadapan polisi Ruslan mengaku khilaf dan meminta maaf. Status di Facebook tersebut telah ia hapus, namun telah tersebar dan sampai ke pihak berwajib.

Di hadapan Polisi ia mengakui kesalahannya. Ia mengaku tak sengaja dan khilaf, usai menonton sebuah video dan kemudian tanpa pikir panjang ia menulis status berbunyi, "semoga ada polisi di begal, jangan di bantu, biarkan saja dia mati di begal," tulis Ruslan.

Kanit Idik II Reskrim Polres Pangkep, Iptu Abd Halim Lau, mengatakan pelaku sementara diperiksa, statusnya Ruslan masih dalam tahap pemeriksaan dan pasal yang disangkakan adalah pasal 28 ayat 1 Undang-undang nomor 11 tahun 2008.

"Ia mengakui kesalahannya dan minta maaf, bahkan ia juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Namun saat ini kita masih dalam proses penyelidikan," ujar Halim kepada awak media, Kamis (31/5/2018).

Dikatakan Halim, pelaku sendiri menulis statusnya tersebut saat sedang mendengarkan ceramah tarawih di masjid yang ada di Kota Maros. Sengaja atau tidak pelaku melihat video yang kemudian mendorongnya menulis status di Facebook.

"Karena tempat kerjanya di Pangkep, ia juga datang sendiri ke Mapolres Pangkep, jadi kita proses di sini. Kita berharap ini jadi pelajaran bagi yang lain, untuk terus berhati-hati dan berpikir dahulu sebelum menulis status di media sosial," ungkap Halim.