Jumat, 01 Juni 2018 09:00 WITA

Masjid di Inggris Jadi yang Pertama Terima Zakat dengan Uang Digital

Editor: Nur Hidayat Said
Masjid di Inggris Jadi yang Pertama Terima Zakat dengan Uang Digital
Ilustrasi. (Sumber Foto: Islam Pos)

RAKYATKU.COM, LONDON - Zaman makin maju, pembayaran zakat pun mengalami perkembangan. Di Inggris, sebuah masjid menerima pembayaran zakat dengan uang digital, Bitcoin dan Ethereum.

Masjid Ramadan. Itulah masjid di Hackney, London bagian timur, Inggris, yang menerima zakat dan sedekah dalam bentuk Bitcoin dan Ethereum. Tempat ibadah ini akan jadi yang pertama di dunia sebagai masjid yang menerima zakat dan sedekah berupa uang digital.

Pimpinan Masjid Ramadan berharap dapat mengumpulkan sedikitnya 10 ribu poundsterling, setara Rp186 juta, dalam bentuk mata uang digital tersebut. Uang tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan perbaikan masjid secepatnya.

"Kami berharap ini dapat menarik perhatian ke dunia Muslim, kami butuh dukungan," ujar Ketua Dewan Kesejahteraan Masjid, Erkin Guney, dikutip dari Alarabiya.

"Saya tumbuh di sekitar sini dan saya melihat komunitas berkembang serta menghadapi sejumlah tantangan meliputi tempat tinggal, makanan, biaya pemakaman dan perubahan dari pemerintah," ucap Guney.

Ia berpendapat, mata uang digital cukup besar di dunia Islam. Karena itulah, pihaknya berinisiatif menarik lebih banyak penyumbang dengan uang baru.

"Kami telah menciptakan platform baru bagi muslim yang lebih sejahtera di luar komunitas kami untuk mendukung dan berdonasi ke masjid kami," kata Guney.

loading...

Masjid Ramadan telah mengikat kerja sama dengan perusahaan startup blockchain mengembangkan aplikasi Combo Innovation. 

Perusahaan teknologi ini mengklaim sebagai solusi keuangan yang sesuai syariat Islam tentang bagaimana menerima, menyimpan, dan menjual mata uang digital secara aman.

Donasi dapat dilakukan lewat laman resmi masjid menggunakan kode QR dan segera tertransfer ke dompet mata uang digital. Dompet ini dikelola secara transparan untuk memerangi tuduhan pencurian dan pencucian uang.

Nantinya, donasi yang terkumpul dijual dengan poundsterling atau ditukar dengan Bitcoin lokal Inggris.

"Jika umat Islam, yang jumlahnya seperempat dari populasi dunia hanya punya 1 persen Bitcoin, ada uang sekitar 1,04 miliar poundsterling (setara Rp19,2 triliun), maka ada 26 juta poundsterling (setara Rp482 miliar) dana zakat," kata pendiri Combo Innovation, Gurmit Singh.

Singh mengatakan, saat ini belum ada masjid atau lembaga penerima sumbangan Islam menerima zakat dalam bentuk mata uang digital. "Mereka berpotensi kehilangan jutaan poundsterling."

Loading...
Loading...