Kamis, 31 Mei 2018 08:00 WITA

Bukan Pak Presiden, Begini Sapaan Kapolda Sulsel Setiap Bertemu Jokowi

Editor: Abu Asyraf
Bukan Pak Presiden, Begini Sapaan Kapolda Sulsel Setiap Bertemu Jokowi
Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono (kiri).

RAKYATKU.COM - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Umar Septono punya banyak kisah. Selain keistiqamahannya salat berjemaah di masjid, dia punya sisi unik terkait interaksinya dengan Presiden RI Joko Widodo.

Berbeda dengan kebanyakan pejabat yang tampak tegang dan kaku saat bertemu presiden, Umar sebaliknya. Dia berusaha santai dan membangun keakraban. Hasilnya, Kapolda yang terkenal fenomenal ini sudah sangat dikenal Jokowi. Apalagi, cerita tentang Umar memang banyak beredar di media sosial.

Dalam beberapa kali kesempatan bertemu langsung Jokowi, Umar menyapa dengan cara berbeda. Dia tidak menyapa mantan gubernur DKI Jakarta dan wali kota Solo itu dengan "Bapak atau Pak Presiden" seperti yang dilakukan para menteri, gubernur, dan pejabat lainnya.

Kalau Anda pernah melihat foto Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat menghadiri acara buka puasa di Istana Presiden, di kalangan pejabat itu wajar saja. Kala itu, Fahri yang dikenal tak pernah henti mengkritik presiden, memberi hormat kepada Jokowi dalam posisi berdiri tegap.

Loading...

Namun, Kapolda Sulsel Umar Septono memilih tampil beda. Dia menaruh hormat dan respek kepada Presiden Jokowi dengan caranya sendiri. Bisa disebut keluar dari pakem yang melekat pada institusi TNI dan Polri selama ini. Lalu, bagaimana sapaan mantan kepala Polda NTB itu?

Setiap bertemu Presiden Jokowi, entah di Makassar atau di tempat lain, Umar biasanya langsung mengambil tangan Jokowi, menjabatnya erat-erat. "Apa kabar Pak Haji?" sapa Umar sambil mengobrol sejenak. Sebaliknya Jokowi, menyapa Kapolda Sulsel itu dengan "Pak Umar".

"Mimpin Indonesia susah Pak Haji ya?" kata Umar mencandai Presiden Jokowi. Biasanya Jokowi menanggapi candaan itu dengan tertawa.

Loading...
Loading...