Rabu, 30 Mei 2018 03:30 WITA

Bocah Meninggal Setelah Dikunci dalam Bus Sekolah Berjam-jam

Editor: Fathul Khair Akmal
Bocah Meninggal Setelah Dikunci dalam Bus Sekolah Berjam-jam

RAKYATKU.COM - Seorang bocah berusia 4 tahun dari Wuhan meninggal setelah dikunci dalam bus sekolah selama berjam-jam pada 24 Mei.

Bocah itu adalah murid TK XingXing di distrik Jiangxia Wuhan, provinsi Hubei. Pada pagi hari tanggal 24 Mei, dia adalah salah satu dari delapan anak yang dibawa ke taman kanak-kanak di bus sekolah, dikutip dari asiaone.com.

Namun, dia ditinggalkan di dalam mobil sementara anak-anak lain dibawa ke ruang kelas karena kelalaian pengemudi, bermarga Dai. Dai, yang merupakan pengemudi paruh waktu, melanjutkan untuk mengendarai kendaraan ke tempat kerjanya dan memarkirnya di tempat parkir.

Sekitar jam 3 sore, bocah itu ditemukan terbaring pingsan di dalam kendaraan. Dia meninggal kemudian, setelah upaya penyelamatan gagal.

Sopir dan kepala sekolah TK ditahan karena kelalaian yang menyebabkan kematian anak laki-laki itu.

Setelah insiden itu, biro pendidikan Jiangxia meluncurkan inspeksi keamanan menyeluruh terhadap taman kanak-kanak swasta di distrik dan berjanji untuk memperkuat manajemen semua kendaraan yang digunakan untuk mengangkut anak-anak.

Loading...

Menurut biro, taman kanak-kanak yang bersangkutan belum memperoleh sertifikat untuk pendidikan prasekolah. Orang tua seorang anak di taman kanak-kanak mengatakan dia memilih sekolah karena murah dan dekat dengan rumahnya, meskipun tahu taman kanak-kanak itu tidak memiliki sertifikat.

Feng Guilin, seorang peneliti dari Hubei Academy of Social Science, mengatakan ketika China melonggarkan kebijakan keluarga berencana yang memungkinkan pasangan untuk memiliki dua anak, ada permintaan yang meningkat untuk pendidikan prasekolah.

Dia mengatakan tragedi itu mencerminkan pengawasan yang buruk atas taman kanak-kanak dan mencerminkan kurangnya sumber pendidikan prasekolah.

Sebuah survei oleh Southwest University pada 2016 menunjukkan jumlah anak-anak usia prasekolah di Cina akan mencapai puncaknya pada 2021 - 15 juta - dan diperkirakan akan ada kekurangan dari 110.000 taman kanak-kanak dan tiga juta guru dan pekerja pengasuhan anak.

Loading...
Loading...