Selasa, 29 Mei 2018 16:33 WITA

Perum Damri Makassar Merugi, Ini Saran BPTD Sulselbar

Editor: Mulyadi Abdillah
Perum Damri Makassar Merugi, Ini Saran BPTD Sulselbar
Benny Nurdin Yusuf saat memimpin penindakan di Jembatan Timbang Maccopa, Kabupaten Maros beberapa waktu lalu.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Provinsi Sulselbar meminta kepada Perum Damri Makassar untuk terus berbenah jika tidak ingin merugi.

Salah satunya mengevaluasi lintasan-lintasan yang dilayani BRT. Menurut Kepala BPTD Wilayah XIX Provinsi Sulselbar Benny Nurdin Yusuf, harus ada peninjauan kembali terhadap jalur lintasan.

"Jangan sampai lintasan yang ditetapkan tidak berpotensi sehingga masyarakat enggan naik. Kalau itu terjadi subsidi yang diberikan akan mubazir," ujar Benny, Selasa (29/5/2018).

Jika lintasan-lintasan yang dilayani BRT Mamminasata tidak dievaluasi, lanjut dia, maka penumpang tetap akan sepi. Masyarakat akan memilih mencari transportasi lain dibandingkan dengan BRT. 

Selain itu, skema pelayanan harus bisa ditata dengan baik dan dibicarakan secara bersama-sama. Pemberian subsidi tidak akan cukup, tanpa sinergi pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan angkutan massal sesuai standar.

"Yang menjadi tantangan kita ke depan adalah menghadirkan angkutan umum yang berpihak kepada masyarakat. Dalam artian kenyamanan harus memenuhi standar. Kalau kita bikin angkutan umum kita tidak punya AC, panas, waktu datangnya tidak tepat, orang mana mau naik?" jelas Benny.

Sebelumnya,  Perum Damri Makassar selalu mengeluh karena pihak terus-menerus merugi diakibatkan masyarakat kurang meminati BRT sebagai alat transportasi. Bahkan, Perum Damri Makassar mengurangi bus, dari 30 bus di siapkan tersisa 15 bus.