Selasa, 29 Mei 2018 11:19 WITA

Jadi Tenaga Medis dan Guru di Pulau, Wabup Pangkep Tekankan Ini

Penulis: Saiful Mujib
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Jadi Tenaga Medis dan Guru di Pulau, Wabup Pangkep Tekankan Ini

RAKYATKU.COM - Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana mengajak tenaga guru dan kesehatan di daerah Kepulauan Pangkep untuk sabar dan ikhlas. Apalagi setiap ASN yang telah disumpah mengaku siap ditempatkan dimana saja, bahkan di daerah terpencil.

Hal tersebut disampaikan Syahban saat memberikan sambutan dalam seminar tentang laporan hasil pemetaan distribusi SDM tenaga pendidikan dan kesehatan di wilayah kepulauan Pangkep, Senin (28/5/2018).

"Jangankan di pulau, di gunung saja kita kekurangan guru. Mudah mudahan apa yang kita lakukan hari ini bisa menjadi rujukan kita untuk mengambil kebijakan. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, khususnya bagi ASN yang bertugas di kepulauan, pertama harus Ihlas," ujar Syahban.

Menurutnya, kenapa selama ini banyak guru dan tenaga medis enggan ke pulau, sedangkan secara umum seorang ASN telah dibaiat dan di sumpah untuk siap ditempatkan dimana saja.

"Harus ada keikhlasan, kemudian ASN juga sudah disumpah untuk bersedia ditempatkan dimana saja, kedua harus sabar, kalau tidak sabar jangan maq, pasti tinggalkan pulau. Terakhir komitmen," ungkap Syahban.

Sementara itu, PM Kompak Sulsel, Ahmar Djalil mengatakan, pemetaan ini dilakukan mengingat sejauh ini ada persoalan distribusi SDM baik tenaga kesehatan maupun pendidikan di daerah kepulauan Pangkep. 

"Seminar ini rangkaian kegiatan, kita ingin tau permasalahan mendasar kenapa guru dan tenaga medis tidak betah di pulau. Berdasar temuan itu bersama-sama kita menciptakan bagaimana pulau bisa menarik," ungkap Ahmar.

Setidaknya ada beberapa usulan Kompak Sulsel untuk Pemkab Pangkep guna mengatasi persoalan distribusi tenaga guru dan tenaga medis di wilayah kepulauan Pangkep. 

loading...

Sebagaimana disampaikan Ahmar Djalil, perlu ada pendekatan dan kebijakan yang tepat sehingga wilayah kepulauan bisa lebih menarik, dan tenaga guru dan tenaga kesehatan bisa lebih betah bertugas di wilayah kepulauan.

"Ada dua konsultan kita, pendidikan dan kesehatan, yang melakukan pemetaan guru dan tenaga kesehatan di wilayah kepulauan. Kita ingin menciptakan bagaimana pulau ini bisa lebih menarik  bagi yang bertugas disana," ujar Ahmar. 

Ia menjelaskan, ada opsi menarik bagaimana menciptakan pulau lebih menarik bagi petugas disana, salah satunya guru dan perawat yang bertugas di pulau maksimal hanya tiga tahun bertugas selajutnya kembali ke kota. 

"Sehingga orang tidak berfikir akan selamanya bertugas di pulau. Setelah kembali ke kota kalau belum S1, disekolahkan dengan beasiswa dari Pemkab. Itu contoh bagaimana bisa menciptakan pulau menjadi menarik," ungkap Ahmar.

Ditambahkan Ahmar, Pemkab perlu membuat kebijakan-kebijakan terkait distribusi guru di wilayah kepulauan, mengingat selama ini persoalan kepulauan seputar persoalan transportasi, sarana dan prasarana, dan juga insentif.

"Masa gajinya orang yang bertugas di kota sama dengan yang ada di pulau, sedangkan tantangannya beda," tambahnya.
 

Loading...
Loading...