Senin, 28 Mei 2018 09:15 WITA

Damri Minta Subsidi untuk BRT, Dishub Sulsel: Sia-sia kalau Tidak Perbaiki Kesalahan

Editor: Abu Asyraf
Damri Minta Subsidi untuk BRT, Dishub Sulsel: Sia-sia kalau Tidak Perbaiki Kesalahan
BRT Mamminasata tidak lagi beroperasi karena kurang peminat.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel Ilyas Iskandar mengungkapkan kesalahan yang dilakukan Perum Damri Makassar selama mengelola Bus Rapid Transit (BRT). 

Ilyas mengatakan, salah satu kesalahan yang belum disadari oleh Perum Damri Makassar yaitu manajemen pengelolaan Perum Damri yang belum baik. 

"Dari segi durasi waktu tunggu penumpang dan kedatangan BRT di halte. Jika ini tidak dievaluasi dan diperbaiki, wajar saja jika penumpang tak tertarik menggunakan BRT karena penumpang malas menunggu lama," ungkap Ilyas Iskandar. 

Untuk itu, Ilyas menekankan kepada Perum Damri Makassar untuk segera mengevaluasi durasi tunggu penumpang di halte. Menurutnya, jangan biarkan penumpang menunggu terlalu lama karena itu sangat membosankan.

"Damri coba mainkan durasi waktu tunggunya orang. Jangan biarkan durasi tunggunya terlalu lama. Masyarakat bosan sampai orang tidak tertarik naik BRT. Ini yang tidak jelas," jelasnya. 

Terkait permintaan Perum Damri Makassar untuk disubsidi, Ilyas Iskandar mengatakan hal itu akan tetap sia-sia. Sebab, kesalahan bukan pada subsidi atau tidaknya, namun karena masyarakat bosan menunggu bus yang terlalu lama datang. 

"Kalaupun ada pemberian subsidi, hal itu pun dinilai sia-sia apabila Perum Damri belum memperbaiki sistem manajemen BRT tersebut. Saya sudah minta sama dia (Perum Damri). Pertama itu evaluasi dulu kau punya layanan. Subsidi itu kan tidak serta merta diberikan," tutupnya. 

Sebelumnya, penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono telah menugaskan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk mengevaluasi pelayanan BRT. Mencari sisi teknis dan operasional yang memang harus dikendalikan.

"Saya belum bisa memberikan komentar. Tapi yang jelas saya masih menugaskan di bawah Bappeda untuk mengkoordinasikan memberi informasi di mana titik lemahnya dan apa yang bisa diperbaiki untuk BRT," tutupnya.