Minggu, 27 Mei 2018 23:28 WITA

Ngaku Pejabat Polri, 3 Penipu Asal Sulsel Digelandang ke Jakarta

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Ngaku Pejabat Polri, 3 Penipu Asal Sulsel Digelandang ke Jakarta

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Personel Tim Khusus Polda Sulsel bersama dengan Unit Jatanras Polda Metro Jaya (PMJ) melakukan penangkapan terhadap pelaku yang diduga terlibat tindak pidana penipuan.

Penangkapan tersebut berhasil dilakukan di dua tempat berbeda yakni di Perumahan Modern Estate, Hertasning Baru, Kabupaten Gowa dan di Kabupaten Sidrap.

Pengungkapan tersebut berhasil dilakukan setelah dilakukan penyelidikan terkait keberadaan pelaku. "Para pelaku yang diamankan diduga terlibat tindak penipuan penggelapan," kata Kombes Pol, Dicky Sondani, Minggu (27/5/2018).

Dalam menjalankan aksi, kata Dicky, para pelaku mengaku sebagai pejabat pejabat Polda Metro Jaya, kemudian menjanjikan kepada korban untuk menyelesaikan perkaranya yang sedang dihadapi dengan meminta sejumlah uang sebagai imbalan penyelesaian kasus. 

"Pelaku menjalankan aksinya dengan modus berpura-pura sebagai pejabat Polri," jelas Dicky.

Menurut Dicky, para pelaku yang berhasil diamankan tersebut adalah Daming aloas Dimas (39), Talang alias Alam (43) dan Zaenal Abidin aloas Biding (39).

"Mereka akhirnya ditangkap setekah ada laporan polisi yang masuk di PMJ. Dari LP tersebut, personel Jatanras PMJ melakukan berkoordinasi dengan Tim Khusus Polda Sulsel, dimana informasi didapatkan bahwa terduga pelaku tersebut sedang berada di Sulsel," tambahnya.

Mulanya tim gabungan mengamankan Dimas dan Alam. Dari hasil interogasi, usai mendapatkan uang hasil penipuan, keduanya mentransfer ke rekening milik temannya yaitu Zainal Abidin alias Biding.

"Maka tim gabungan pun kembali melakukan pengembangan di rumah lelaki tersebut di Kabupaten Sidrap dan berhasil diamankan dan dibawa ke Makassar," tambahnya.

Dari tangan para pelaku, petugas mengamankan barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi kejahatan para pelaku. Untuk sementara para pelaku dibawa ke Makassar dan akan dibawa ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.