Selasa, 22 Mei 2018 16:45 WITA

Berdasarkan Hasil Survei Ini, Prabowo-AHY Hampir Pasti Kalahkan Jokowi

Editor: Abu Asyraf
Berdasarkan Hasil Survei Ini, Prabowo-AHY Hampir Pasti Kalahkan Jokowi
Prabowo dan Agus Harimurti Yudhoyono dalam sebuah kesempatan. (FOTO: DETIKCOM)

RAKYATKU.COM - Prabowo Subianto kebebasan telah menemukan pasangan ideal. Setelah nomor nama mengemuka, pilihan akan jatuh ke tokoh muda, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Tanda-tanda itu mulai terlihat dari pertemuan antara Sandiaga Uno dengan AHY. Tak hanya itu, mereka menyabut bahwa pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti dengan pembicaraan antara Prabowo dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Ketertarikan Gerindra untuk menduetkan Prabowo-AHY tidak lepas dari hasil survei Roda Tiga Konsultan. Jajak pendapat yang dilakukan pada 21 April hingga 2 Mei 2018 tersebut termasuk 1.610 responden.

Hasilnya, elektabilitas atau tingkat keterpilihan Jokowi masih unggul atas Prabowo. Elektabilitas Jokowi mencapai 38,5 persen. Sementara itu, sang ketua yang juga ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berada di posisi 20,5 persen.

Namun, cukup cukup mengejutkan, Kompas Prabowo dipaketkan dengan AHY. Roda Tiga melayangkan pertanyaan kepada responden, "Jika Prabowo Subianto maju sebagai capres hari ini, besar kemungkinan besar / bapak / saudara untuk mendukung di bawah ini sebagai capres / cawapres?"

Responden memberi pilihan untuk menjawab, "Sangat mungkin, mungkin, tidak mungkin, sangat tidak mungkin." Hasilnya mengejutkan.

Berdasarkan Hasil Survei Ini, Prabowo-AHY Hampir Pasti Kalahkan Jokowi

Dari enam pasangan yang disotongan, elektabilitas menggandeng Prabowo-AHY paling teratas. Tujuh puluh persen keturunan mungkin. Hanya 25,9 persen yang tidak mungkin.

Duet ini memukul Prabowo yang dipasangkan dengan sosok lain, seperti Prabowo-Gatot Nurmantyo, Prabowo-Anies Baswedan, Prabowo-Ahmad Heryawan, Prabowo-M Zainul Majdi, dan Prabowo-Sohibul Iman.Prabowo yang dipasangkan dengan figur lain, seperti Prabowo-Gatot Nurmantyo, Prabowo-Anies Baswedan, Prabowo-Ahmad Heryawan, Prabowo-M Zainul Majdi, dan Prabowo-Sohibul Iman.

Sikap PKSPKS

Menanggapi kecenderungan Prabowo untuk mengambil AHY sebagai pasangannya, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera mengatakan, partainya tidak akan menjadi keberatan jika Prabowo Subianto memilih menggandeng Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat itu.Prabowo untuk mengambil AHY sebagai pasangannya, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera mengatakan, partainya tidak akan keberatan jika Prabowo Subianto memilih menggandeng Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat itu.

“Ya, nanti pasti dirapatkan dan di rapat itu pasti akan ada argumen. Buat PKS apapun argumennya untuk orang tua, negara dan negara, siap ikut,” kata Mardani, Selasa (22/5/2018).PKS apapun argumennya apabila itu untuk kepentingan umat, bangsa dan negara, siap ikut," kata Mardani, Selasa (22/5/2018).

Menurut dia, hal itu tidak bisa dibedakan dengan parpol koalisi. Sejauh ini, Gerindra baru menggandeng PKS sebagai mitra. Beberapa parpol lainnya masih dalam penjajakan, seperti PAN, Partai Demokrat, dan PKB.

PKS sendiri menyodorkan sembilan nama untuk mendampingi Prabowo. Mereka adalah Gubernur Jawa Barat dari PKS, Ahmad Heryawan; Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid; Mantan Presiden PKS, Anis Matta; Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. 

Nama lainnya adalah Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman; Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufrie; mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring; Ketua DPP PKS, Al Muzammil Yusuf, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.