Senin, 21 Mei 2018 16:02 WITA

Merugi, BRT Mamminasata Dilarang Berhenti Beroperasi

Editor: Mulyadi Abdillah
Merugi, BRT Mamminasata Dilarang Berhenti Beroperasi
Soni Sumarsono

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono memastikan Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata trayek dari Maros, Makassar, Gowa dan Takalar tetap beroperasi meski Perum Damri Makassar yang terus merugi.

"Sekarang saya memerintahkan Bappeda untuk mengkoordinasikan dimana titik lemahnya dan apa yang bisa diperbaiki. Jangan karena penumpang sedikit sehingga berhenti," ujar Soni, Senin (21/5/2018). 

kepala Bappeda Sulsel Jufri Rahman langsung menanggapi perintah dari Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono tersebut dengan mencari solusi yang tepat untuk menangani BRT tersebut. 

"Saya bersama tim Bappeda sedang mengumpulkan info dan data terkait hal ini untuk menemukan dimana titik lemahnya, " ujar Jufri Rahman. 

Sebelumnya, Perum Damri Makassar Ilyas Hariyanto mengungkapkan, BRT Mamminasata sangat kurang peminat dari masyarakat, sehingga harus mengurangi bus karena kerugian yang ditanggung. 

Dari 30 unit bus yang diturunkan Perum Damri Makassar sejak 2017, yang mampu bertahan hingga pertengahan 2018 tinggal 15 unit. 15 unit lainnya terpaksa di berhentikan beroperasi karena Perum Damri Makassar terus merugi. 

Setiap unit bus BRT menghabiskan biaya operasional mencapai Rp500 ribu, pemasukan setiap harinya sangat minim dan tidak bisa menutupi pengeluaran untuk biaya operasional saja.