Senin, 21 Mei 2018 12:35 WITA

Terus Merugi, BRT Mamminasata Terancam Berhenti Beroperasi

Penulis: Azwar Basir
Editor: Nur Hidayat Said
Terus Merugi, BRT Mamminasata Terancam Berhenti Beroperasi
Salah satu unit Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata yang melalui trayek dari Maros, Makassar, Gowa, dan Takalar terancam berhenti beroperasi karena kurangnya daya tarik masyarakat menjadikannya jasa transportasi.

Dari 30 unit bus  yang diturunkan Perum Damri Makassar sejak 2017, yang mampu bertahan hingga pertengahan 2018 tinggal 15 unit. 15 unit lainnya terpaksa di berhentikan beroperasi karena Perum Damri Makassar terus merugi.

Setiap unit bus BRT menghabiskan biaya operasional mencapai Rp500 ribu, pemasukan setiap harinya sangat minim dan tidak bisa menutupi pengeluaran untuk biaya operasional saja.

"Kita terus mengalami kerugian setiap harinya, anggaran operasional yang disediakan tidak mencukupi. Karena itu kita harus kurangi 15, yang 15 ini sebagai cadangan jika misal ada trouble," kata Ilyas Hariyanto, General Manager Perum Damri Makassar, Senin (21/5/2018). 

Loading...

Dia melanjutkan, 15 unit BRT itupun terbilang masih dipaksakan. Anggaran operasionalnya diambil dari dana subsidi silang. Seperti, dari tarif angkutan antarkota antarprovinsi/antar kota dalam provinsi (AKAP/AKDP), maupun dan pemadu modal. Artinya, kata Ilyas, penghasilan reguler di Perum Damri tersebut ditarik, khusus untuk melayani BRT. 

Meski diakui masih terseok-seok, Ilyas bersikeras tetap menjalankan BRT. Pasalnya, BRT yang merupakan dari angkutan perkotaan sudah menjadi bagian dari program pemerintah untuk menyediakan angkutan massal kepada masyarakat.

"Kita berharap baik dari pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi, bersama-sama mendukung kehadiran BRT. Mengatasi kerugian BRT agar ke depan bisa beroperasi maksimal, butuh subsidi dari pemerintah daerah," tutupnya.

Loading...
Loading...