Minggu, 20 Mei 2018 11:22 WITA

Pemkot Parepare Segera Bayar Lahan Embung di Lanyer, Begini Tahapannya

Editor: Abu Asyraf
Pemkot Parepare Segera Bayar Lahan Embung di Lanyer, Begini Tahapannya
Ulfa Lanto

RAKYATKU.COM,PAREPARE - Pemerintah Kota Parepare segera membayar ganti rugi lahan pembangunan Embung di Lariang Anynyarengnge, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare.

Kepala Seksi (Kasi) Penataan dan Pengadaan Lahan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman (DKPP) Kota  Parepare, Ulfa Lanto mengatakan, tim pembebasan lahan DKPP Kota Parepare telah menyerahkan gambar ukur (GU) yang telah ditanda tangani pemilik lahan. 

"Tahap awal kan penandatanganan kesediaan pembebasan lahan oleh pemilik. Setelah itu, kami bermohon ke BPN untuk dilakukan pengukuran per bidang. Dari pengukuran itu diketahui ada 20 bidang tanah dengan luasan yang berbeda. Itu lah yang akan dikeluarkan oleh BPN," urai Ulfa, Minggu (20/5/2018).

Mantan Lurah Ujung Sabbang ini menjelaskan ada sedikit kendala yang ditemui tim pembebasan lahan. Pemilik lahan tersebar di beberapa lokasi berbeda.

“Pemiliknya tersebar di WekkeE, Lemoe, dan Lappa Anging, bahkan ada berdomisili di Desa Bojo, Kabupaten Barru. Makanya, kita harus keliling mencari kediaman masing-masing para pemilik lahan," ungkapnya.

Setelah peta bidang dikeluarkan, kata dia, selanjutnya akan diserahkan ke appraisal untuk menentukan nilai berdasarkan data nominatif. 

"Semalam, sudah diserahkan ke appraisal untuk dilakukan penilaian. Di sisi lain, ternyata tim appraisal juga sudah melakukan pendataan dan melihat langsung lokasinya untuk melihat langsung apakah data yang kami berikan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya," terangnya.

Jika harga lahan yang akan dibebaskan telah dikeluarkan oleh appraisal, kata dia, selanjutnya akan dilakukan sosialisasi ke masyarakat pemilik lahan.

"Biasanya di sini yang akan ada riak-riak kecil. Sebelum harga ditetapkan terlihat aman-aman saja, tapi setelah harga dikeluarkan biasa timbul riak ketidakpuasan warga, baik secara luasan maupun nilai. Tapi kebanyakan soal nilainya. Tapi itu bisa dibicarakan baik-baik, nanti BPN yang menhelaskan kenapa luasannya sperti itu, dan tim apresial yang menjelaskan kenapa nilainya seperti itu. yang lebih penting itu warga mau dulu membebaskan lahannya, karena yang lain kita bisa komunikasikan. Jika semuanya sudah oke, kita bayar agar pembebasan lahan embung bisa diselesaikan lebih cepat," tutup Ulfa.