Sabtu, 19 Mei 2018 15:34 WITA

Kisah Owner Browcyl Makassar, Memulai Bisnis dengan Modal Rp1,2 Juta

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Kisah Owner Browcyl Makassar, Memulai Bisnis dengan Modal Rp1,2 Juta
Owner Browcyl Makassar, Rahmat Al Muarrif.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Perkembangan industri kuliner yang semakin pesat membuat pengusaha di bidang kuliner harus lebih kreatif dalam menciptakan produk, agar diterima oleh kalangan masyarakat.

Hal itulah yang dilakukan oleh owner Browcyl Makassar, Rahmat Al Muarrif dalam merintis bisnis kulinernya, yakni memadukan brownis dengan pisang. Dalam hal ini, ia memberdayakan petani lokal dari berbagai daerah di wilayah Sulsel.

Ia menceritakan, usaha tersebut ia mulai dengan menggunakan dana yang seadanya. Dimana, dana tersebut ia dapatkan dari beasiswa saat ia tengah menimba ilmu.

"Browycl Pisang ini, saya mulai dari modal Rp 1.2 juta. Dana inipun merupakan biaya beasiswa yang saya dapatkan di bangku pendidikan," kata Rahmat.

Rahmat menambahkan, dengan modal minim tersebut, ia membeli beberapa peralatan seperti mixer dan kebutuhan lainnya. Namun, kata dia, tantangan yang dihadapi tidak hanya soal dana saja. Ia sempat diusir dari ruko oleh beberapa oknum.

"Karena dana masih minim, saya berjualan diemperan jalan, tepatnya diwilayah Jalan Letjen Hertasning Makassar. Dan lagi, saya beberapa kali harus menghadapi cobaan yakni kerap kali diusir oleh tukang parkir atau satpam," jelasnya.

Namun kata dia, berbagai tantangan yang dihadapi tak lantas menyurutkan semangatnnya untuk mengembangkan bisnis kuliner di Kota Makassar. Dengan kerja keras dan upaya yang dilakukan, terbukti bisa membuat bisnisnya bertahan hingga tahun 2018.

Saat ini, Oultet Browcyl bisa ditemui di 3 titik strategis di Kota Makassar, yakni Jalan Pettarani, Jalan Hertasning dan Jalan dr. Sam Ratulangi.

Browcyl Pisang juga menawarkan berbagai varian rasa, dengan kualitas rasa yang dijamin dapat memanjakan lidah penggemarnya. Harganya pun cukup terjangkau mulai Rp 32ribu hingga Rp 45ribu.

Ia berharap, usaha yang dirintisnya dari kecil ini dapat menjadi icon kuliner Makassar yang tentunya bisa dijadikan salah satu referensi ole-ole khas Makassar. "Semoga ini juga dapat dijadikan motivasi bagi anak muda untuk mengembangkan bisnis khususnya kuliner di Makassar," harapnya.
 

Tags