Sabtu, 19 Mei 2018 14:21 WITA

Sambut Pernikahan Harry-Meghan, Wanita Indonesia Ini Siapkan Busana Batik

Editor: Mays
Sambut Pernikahan Harry-Meghan, Wanita Indonesia Ini Siapkan Busana Batik
Amalia Barth. Sumber: Facebook.

RAKYATKU.COM, LONDON - Menjelang pernikahan Pangeran Harry dan Meghan, turis-turis memenuhi Windsor. Hotel-hotel full booking, sehingga banyak yang terpaksa berkemah.

Tapi tidak bagi wanita Indonesia ini. Namanya Amalia Barth, akrab disapa Maya. Wanita yang menikah dengan pria Inggris, Martin Barth ini, tak perlu datang jauh-jauh. Rumahnya termasuk dalam jalur yang akan dilewati kereta pengantin kerajaan. Jadi dia cukup bergerak belasan langkah saja dari pintu rumahnya, dia sudah bisa ikut meramaikan perkawinan Harry-Meghan.

Menurut Amalia, teman-temannya dari Indonesia, rencana akan datang ke Windsor, ingin menyaksikan langsung pernikahan Pangeran Harry dan Meghan. Untuk itu, Amalia sudah menyiapkan busana khusus untuk menyambut royal wedding tersebut. Dia akan menampilkan warna Indonesia saat menyambut parade kereta pengantin.

"Ada beberapa teman Indonesia yang nanti datang, dan mungkin pakai Batik," tuturnya sambil berpaling ke suaminya, "Nanti pakai batik juga ya."

Karena masuk jalur parade dan tak jauh dari Kastil Windsor, maka rumah Amalia dengan pagar yang sudah dihias untaian bendera Inggris akan menjadi kawasan tertutup. Jadi diapun harus membuat undangan tertulis bagi teman-temannya agar bisa diizinkan polisi datang ke rumahnya.

Ibaratnya, ada juga orang Indonesia yang menjadi 'pihak pengundang' saat perkawinan kerajaan Inggris.

Begitulah Windsor. Saat keluar dari stasiun Windsor and Elton Central, suasana perkawinan Pangeran Harry-Meghan Markle sudah amat terasa.

Bukan cuma gambar-gambar kedua calon pengantin dan bendera Inggris saja yang dipajang di hampir semua sudut, orang-orang yang mengenakan topi bendera Inggris atau Union Jack maupun anak-anak yang membawa bendera juga banyak.

Di salah satu pojok ada kegiatan membuat foto raksasa kedua mempelai dengan mainan Lego. Beberapa meja dengan keping-keping mainan Lego disiapkan dan siapapun boleh meramaikannya.

"Hari ini harus selesai dan nanti akan dipajang selama beberapa hari," kata seorang staf dari Bright Bricks, yang memprakarsai acara itu.

Berjalan satu-dua menit menjauhi stasiun melewati pusat pertokoan, terlihat sudah sisi samping Kastil Windsor, yang akan menjadi pusat perhatian dunia hari ini, Sabtu (19/05/2018).

Sehari sebelumnya, suasana sudah hiruk pikuk: trotoar padat dengan orang-orang segala usia dan beragam bangsa yang hilir-mudik.

Para petugas berteriak-teriak mengingatkan, "Yang jalan ke sana sebelah kiri, dan yang berlawanan sebelah kanan!"

Persis di tepi pagar pemisah pejalan kaki dan jalan raya, sekelompok orang sudah mengambil tempat sejak Jumat (18/05), atau sekitar 24 jam sebelum perkawinan Pangeran Harry dan Meghan Markle pada Sabtu (19/05) pukul 12 siang waktu setempat.

Saya mendekati dua ibu dan mereka menolak diwawancara, "Sudah cukup," kata salah seorang ibu.

Saya paham. Tempat mereka 'yang utama' pastilah membuat mereka jadi favorit untuk diwawancarai awak media. Dan baru sekitar 15 menitan di Windsor, saya sudah melihat banyak wartawan berlalu lalang membawa peralatan lengkap.

Di sebelah dua ibu tadi ada tiga orang: pasangan suami istri dan seorang ibu yang berwajah Asia.

John Abadesco dan istrinya, Eva Lyma, datang khusus dari San Fransisco, Amerika Serikat, untuk melihat perkawinan Harry-Meghan. "Kami memang suka kerajaan Inggris, dulu juga datang waktu William dan Kate," kata John.

Tahuh 2011 lalu itu, mereka duduk di samping Chandranie Kasturiratne, warga Inggris berdarah Sri Lanka dan, percaya atau tidak, kali ini mereka bertemu lagi tanpa direncanakan.

loading...

"Dulu tukar-tukaran email tapi hilang. Kemarin waktu cari tempat, dia yang menyapa kami lebih dulu," tutur Eva Lyma menunjuk ke Chandranie. Jadi tujuh tahun kemudian merekapun duduk berdekatan lagi meramaikan pernikahan keluarga kerajaan Inggris.

"Ini telepati, saya memikirkan mereka dan mereka memikirkan saya," tegas Chandranie yakin.

Ketiganya merupakan bagian dari sejumlah orang yang rela menginap di tepi jalan untuk mendapat tempat terbaik saat parade Pangeran Harry-Meghan Markle setelah pemberkatan nikah.

Tak jauh dari tempat ketiga 'kawan lama' tadi, ada keramaian kecil di depan sebuah pub, The Prince Harry, yang jelas tak ada kaitan dengan mempelai laki-laki.

Di depan pub tersebut, sekelompok orang merayakan perkawinan Victoria dan Aaron, sehari sebelum perkawinan Harry dan Meghan.

Kepada dua wartawan yang mendekati merekasalah satunya sayaVictoria mengaku lebih dulu menetapkan hari pernikahannya dan terkejut ketika mendengar pengumuman perkawinan Harry-Meghan sehari setelah perkawinannya.

"Saya sempat khawatir pernikahan saya jadi kacau. Tapi ternyata tidak dan jadi lebih meriah," tuturnya sambil bergembira bersama kawan-kawannya di depan pub yang bernama The Prince Harry.

Namun dia mengatakan beberapa kamar yang dipesan tamunya di Windsor kemudian dibatalkan oleh pihak hotel demi Harry-Meghan.

Suasana menjelang hari pernikahan pangeran Inggris dan bintang Hollywood itu memang amat meriah tapi ternyata tak semua yang lalu lalang di sekitar Windsor Castle pada hari Jumat itu adalah pendukung kerajaan.

Kaya Mar adalah salah satu buktinya.

Warga keturunan Turki yang sudah tinggal di London selama 42 tahun ini membawa lukisannya yang bernada satire, yang menampilkan Meghan dengan baju pengantin naik keledai sementara Pangeran Harry cuma berkolor sambil memegang tombak.

"Ini satire, perempuannya adalah bintang Hollywood dan prianya pemburu perempuan," tutur pria yang mengaku sebagai pelukis politik ini, yang menegaskan tidak mau datang ke Windsor lagi atau menyaksikan perkawinan pada Hari H.

Kaya jelas bukan sendirian. Banyak juga orang yang memilih untuk tidak ikut heboh. Seorang rekan kerja di BBC yang warga Inggris, misalnya, memilih tak khusus menonton siaran perkawinan Harry-Meghan.

Di sisi lain dia juga menegaskan tidak berupaya menghindar sama sekali dari tayangan TV, "Tergantung nantilah."

"Saya bukan antikerajaan tapi perkawinannya jadi seperti sirkus," ujar teman itu walau langsung menambahkan, "Tapi bagus juga karena orang Inggris sedang pusing soal Brexit, jadi ini hiburan."

Perkawinan pewaris takhta Inggris memang menjadi hiburan, dan untuk seluruh warga dunia.

Di Windsor, ada rombongan Kanada, ada orang Jepang, turis Australia, penggemar kerajaan dari Amerika Serikat, dan saya yakin sejumlah lainnya yang datang khusus dari sejumlah negara lainnya.

Loading...
Loading...