Jumat, 18 Mei 2018 15:33 WITA

Prabowo Tantang Jokowi Umumkan Cawapres Lebih Dahulu, PDIP Bilang Terbalik

Editor: Abu Asyraf
Prabowo Tantang Jokowi Umumkan Cawapres Lebih Dahulu, PDIP Bilang Terbalik
Jokowi dan Prabowo dalam sebuah kesempatan.

RAKYATKU.COM - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menantang Jokowi untuk mengumumkan calon wakil presiden (Cawapres) lebih dahulu. Alasannya, Jokowi lebih siap, apalagi berstatus petahana.

Tantangan Prabowo itu disampaikan Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa. Menurut dia, Prabowo Subianto baru akan mengumumkan calon wakil presiden setelah Presiden Joko Widodo mendeklarasikan pendampingnya.

Jokowi memang nyaris tak punya kendala lagi untuk bertarung kembali pada Pilpres 2019. Kendaraan politiknya sudah lebih dari cukup. Mantan wali kota Solo itu menguasai mayoritas parpol pemilik kursi di DPR RI.

Tak hanya itu, sejumlah lembaga survei melansir hasil jajak pendapat yang menunjukkan Jokowi belum punya pesaing. Elektabilitas atau tingkat keterpilihannya jauh meninggalkan para pesaing, termasuk Prabowo Subianto. Ketika disimulasikan dengan cawapres, Jokowi tetap mengungguli Prabowo.

"Jelas dari statement Pak Prabowo bahwa Pak Prabowo akan mendeklarasikan setelah Pak Jokowi mendeklarasikan wapresnya. Kalau saya sih acuannya kata Pak Prabowo," kata Desmond di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Tantangan itu mendapat respons dari politikus PDIP, Hendrawan Supratikno. Menurut dia, sebagai petahana, semestinya Jokowi lah yang menunggu Prabowo mendeklarasikan cawapres lebih dulu. 

"Apa enggak kebalik? Kalau dalam permainan catur, juara bertahan bisa memilih bidak putih atau bidak hitamnya. Kalau dalam pertandingan tenis internasional, atau sepak bola, juara bertahan mendapat tempat kehormatan, tidak bertanding dalam kualifikasi," ujar Hendrawan.

Dia balik menantang Gerindra lebih dulu mendeklarasikan cawapres Prabowo jika memang sudah memenuhi persyaratan Presidential Threshold sebesar 20 persen. Menurut dia, Jokowi kini tidak punya masalah lagi setelah lima parpol siap jadi pengusung.

Sejauh ini, Gerindra sepakat berkoalisi dengan PKS pada Pilpres 2019. Mereka sepakat mengusung calon presiden yang bisa mengalahkan Jokowi. Sementara untuk cawapres, PKS menyodorkan sembilan nama kadernya. Termasuk mantan Presiden PKS Anis Matta.