Jumat, 18 Mei 2018 15:29 WITA

Hadiri Rakor Angkutan Lebaran, Deng Ical Curhat 5 Masalah di Makassar

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Hadiri Rakor Angkutan Lebaran, Deng Ical Curhat 5 Masalah di Makassar
Syamsu Rizal (Baju kuning).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Penyelenggaran Angkutan Lebaran Tahun 2018 se-Sulawesi Selatan dan Barat, di Grand Clarion Hotel Makassar, Jumat (18/5/2018).

Turut hadir Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Kepala Balai Perhubungan Wilayah Sulawesi Selatan, Benny Nurdin Yusuf, Bupati Selayar, Basli Ali, serta jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Deng Ical ini, menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Perhubungan Darat, karena memilih Makassar sebagai tempat rapat koordinasi penyelenggaran angkutan lebaran.

"Kami Pemerintah Kota Makassar mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Perhubungan Darat dan juga pihak Kepolisian, yang menjadikan Makassar sebagai daerah pelaksanaan rapat kerja teknis angkutan lebaran," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Deng Ical juga menyampaikan, permasalahan utama yang saat ini dialami Pemerintah Kota Makassar. Antara lain masalah keamanan, agama, sembako, persampahan, dan kemacetan.

"Dari lima permasalahan itu, masalah sampah dan kemacetan yang membuat kami pusing. Sehingga kami ingin urai melalui perumusan blue print pengembangan perhubungan dan transpotasi darat," jelasnya.

Untuk itu, lanjut Deng Ical, Pemerintah Kota Makassar saat ini tengah merumuskan perencanaan pembangunan dan penyediaan pelayanan transportasi yang lebih efektif dan efisien.

"Kami mohon izin dan bimbingan dari Bapak Dirjen. Secepatnya saya akan segera menghadap untuk menyampaikan berbagai kebijakan dan program Pemerintah Kota Makassar terutama yang menyangkut dengan perhubungan darat," beber Deng Ical.

"Mulai dari komitmen kami untuk menjadikan terminal bintang lima, tol layang dan beberapa perencanaan lainnya, sehingga kami perlu menyesuaikan dengan program nasional dari Kementerian Perhubungan Darat, untuk menjadi bahan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) kami di 2019-2024," pungkasnya.