Jumat, 18 Mei 2018 15:18 WITA

Believe It or Not

Bangunan Warisan Belanda, Begini Jin di Museum Kota Makassar Goda Pengunjung

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Bangunan Warisan Belanda, Begini Jin di Museum Kota Makassar Goda Pengunjung

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Bangunan ini terletak di Jalan Balaikota Makassar. Meski telah direvitalisasi, namun sebagian besar masih asli, termasuk bentuknya.

Dibangun tahun 1916 silam, gedung Museum Kota Makassar, menjadi salah satu bangunan warisan Belanda, yang masih berdiri kokoh saat ini. Usianya yang sudah mencapai satu abad, membuat ada suasana magis terpancar dari bangunan itu.

Gedung yang kini telah menjadi bangunan Cagar Budaya ini, dulunya ditempati sebagai Kantor Wali Kota Makassar, dan setelah beberapa kali beralih fungsi serta dengan berjalannya waktu, kini gedung tersebut berfungsi menjadi museum yang menyimpan barang-barang bersejarah terkait Kota Makassar.

Dengan usia yang sangat tua, gedung ini tidak luput dari hal-hal gaib. Beberapa kejadian yang melibatkan makhluk tak kasatmata terjadi. 

Kepala UPT Museum Kota Makassar, Nurul Chamisany mengatakan, sejak ia bertugas melestarikan museum tersebut, ia tidak pernah mengalami gangguan. Tetapi ada beberapa kejadian yang memang dialami oleh pengunjung.

"Di sini (museum) memang ada. Di atas yang paling banyak. Sebetulnya yang ada di sini tidak macam-macam, bagus selama kita tidak mengganggu dan jangan kotor. Makanya selalu saya bersihkan. Tetap mereka ada di tempatnya, tapi tidak mengganggu. Kapan kita macam-macam, bisa saja diganggu," jelas Nurul.

Bangunan Warisan Belanda, Begini Jin di Museum Kota Makassar Goda PengunjungIa menceritakan, pernah ada pengunjung yang sempat kesurupan di museum tersebut. Ia memperkirakan ada perlakuan yang dinilai mengganggu sehingga hal itu terjadi.

"Awalnya kami tawarkan pendampingan, mereka menolak. Mereka jalan sampai di atas, wallahualam yang jelas mereka laki-laki dan perempuan, entah apa yang mereka lakukan, yang perempuan di dekat tangga kesurupan berteriak-teriak," ungkap Nurul.

Ia menambahkan, memang dulu museum tersebut belum dilengkapi CCTV. Namun saat ini tingkah laku pengunjung lebih terawasi dengan dipasangnya kamera pengawas di setiap sudut ruangan.

"Kalau saya alhamdulillah tidak pernah diganggu. Itu tergantung niat. Saya sendiri juga niatnya di sini mau kerja kan. Kita hanya ingin melestarikan," tambahnya. 

Nurul mengungkapkan, makhluk tak kasatmata di museum ada laki-laki ada pula perempuan. Ada beberapa terlihat menggunakan pakaian Belanda. Tidak heran memang, karena bangunan tersebut memang merupakan warisan Belanda.

"Kalau ada rapat-rapat yang mungkin membuat mereka tidak nyaman, selalu itu listriknya selalu latto-latto' (kilometer turun). Tetapi kemarin saya rapat di ruangan yang sama, baik-baik saja. Padahal semua fasilitas digunakan, full AC," lanjut Nurul.

Meskipun begitu, Nurul mengaku tidak mengijinkan ada pengujian mistis-mistis di area museum tersebut. 

Keberadaan makhluk halus, atau jin di dunia, memang diakui dalam agama Islam. Di mana jin ini bisa mengubah bentuknya, baik sebagai manusia ataupun binatang. 

Bangunan Warisan Belanda, Begini Jin di Museum Kota Makassar Goda PengunjungKetua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar, AGH Baharuddin HS mengatakan, lokasi seperti museum itu memang ada jin yang menempatinya. Apalagi museum yang merupakan gedung tua, serta tidak ada sedikitpun aktivitas pada malam hari.

"Jin itu ada dua macam, ada jin muslim dan ada jin kafir. Yang mengganggu itu yang kafir," ungkapnya.

Ia menambahkan, perbedaan dunia antara manusia dan jin, sebenarnya membutuhkan upaya yang besar, agar jin itu bisa menampakkan dirinya pada manusia.

"Berat bagi jin untuk masuk mengubah dirinya seperti manusia. Tetapi dia memang diberikan kemampuan untuk mengubah bentuk dirinya," jelas AGH Baharuddin.

Sementara terkait kesurupan, AGH Baharuddin menjelaskan, hal itu bisa terjadi jika seseorang alpa untuk mengingat Allah. Tidak berzikir. Kosong hatinya.

"Kesurupan itu biasa banyak kita baca dalam riwayat-riwayat. Jin yang masuk ke tubuh manusia, karena manusia itu kosong ingatannya kepada Allah," pungkasnya.

Begini isi bangunan Museum Kota Makassar: