Jumat, 18 Mei 2018 15:16 WITA

Aman Keluarkan Secarik Kertas Usai Dituntut Hukuman Mati, Ternyata Begini Isinya

Editor: Abu Asyraf
Aman Keluarkan Secarik Kertas Usai Dituntut Hukuman Mati, Ternyata Begini Isinya
Terdakwa kasus terorisme, Aman Abdurrahman berbincang dengan pengacaranya.

RAKYATKU.COM - Terdakwa kasus bom Thamrin, Aman Abdurrahman tampak tenang saat pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Usai pembacaan tuntutan, hakim bertanya apakah nota pembelaan akan dilakukan sendiri-sendiri atau berbarengan. Aman menjawab, "Berbarengan."

Sesaat kemudian, dia tampak menghampiri pengacaranya dan berbisik. Dalam kesempatan itu, Aman terlihat mengeluarkan secarik kertas dari sakunya. Kertas itu lalu diserakan kepada pengacaranya, Asrudin Hatjani.

Apa isi kertas itu? "Itu isinya poin-poin pembelaan," kata Asrudin saat ditanya wartawan.

Asrudin mengatakan poin-poin pembelaan itu akan dituangkan dalam pembelaan yang dibuat Aman. Pihak pengacara juga akan membacakan pembelaan dalam persidangan pekan depan. "Poinnya akan diungkap sidang pekan depan," sebut Asrudin.

Aman memang dipersilakan hakim berdiskusi dengan pengacaranya untuk menentukan sikap. Aman kemudian duduk di samping pengacaranya dan membisikkan sesuatu. Aman rupanya sudah menyiapkan poin-poin pembelaan yang akan disusun pengacaranya.

Aman dituntut hukuman pidana mati karena diyakini jaksa menjadi otak sejumlah rencana teror di Indonesia termasuk bom Thamrin 2016. Menurut jaksa, Aman--lewat Jamaah Ansharut Daulah (JAD)--menggerakkan bom Gereja Oikumene di Samarinda, bom Thamrin, bom Kampung Melayu, serta penusukan polisi di Sumatera Utara dan penembakan polisi di Bima.