Jumat, 18 Mei 2018 14:55 WITA

Putin Bikin Drone Nuklir Bawah Laut, Ledakannya Bisa Bikin Tsunami 100 Meter

Editor: Aswad Syam
Putin Bikin Drone Nuklir Bawah Laut, Ledakannya Bisa Bikin Tsunami 100 Meter
Drone nuklir yang dikembangkan Vladimir Putin.

RAKYATKU.COM, MOSKOW - Rusia tampaknya sudah bersiap menghadapi perang dunia ketiga.

Sebuah drone bawah laut bertenaga nuklir, yang mampu menghancurkan pangkalan angkatan laut musuh, dan menyebabkan tsunami besar sedang dibangun di Rusia. Itu menurut kantor berita negara setempat.

"Drone yang bernama Poseidon itu, akan mampu membawa hulu ledak nuklir dengan kapasitas hingga dua megaton," kata sebuah sumber kepada TASS.

Sumber itu mengatakan, akan mungkin untuk memasang berbagai muatan nuklir pada 'torpedo' sistem laut serbaguna Poseidon, dengan hulu ledak termonuklir tunggal, untuk memiliki kapasitas maksimum hingga 2 megaton dalam setara dengan TNT.

"Dengan senjata nuklirnya, drone bawah laut terutama dirancang untuk menghancurkan pangkalan angkatan laut yang diperkuat dari musuh potensial," kata sumber itu.

Drone akan memiliki kecepatan 60-70 knot dan akan beroperasi pada kedalaman lebih dari 1 km.

TASS belum dapat mengkonfirmasi informasi.

Rex Richardson, seorang fisikawan, mengatakan kepada Business Insider, senjata nuklir yang ditempatkan dengan baik di kisaran 20 MT hingga 50 MT di dekat pantai laut, bisa dipastikan memiliki cukup energi untuk menyamai tsunami 2011, dan mungkin jauh lebih banyak.

"Memanfaatkan efek amplifikasi naik-laut-lantai, gelombang tsunami memungkinkan mencapai ketinggian 100 meter (330 kaki)," ujar Rex.

Proyek pengembangan pesawat tak berawak Poseidon, diresmikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidato State of the Nation ke Majelis Federal pada 1 Maret.

Pemimpin Rusia itu mengatakan, drone ini dapat dipersenjatai dengan amunisi konvensional dan nuklir, dan akan mampu menghancurkan infrastruktur musuh, pasukan angkatan laut yang dikemudikan dan tujuan lainnya.

Presiden Rusia mengklaim Poseidon akan memiliki hampir tidak ada kerentanan, dan mengatakan akan membawa peraturan nuklir besar-besaran.

"Tidak ada apa pun di dunia yang mampu menahan mereka," ujar Putin.

Kepala Komandan Angkatan Laut Rusia Sergei Korolyov mengatakan, senjata baru itu akan memungkinkan armada untuk menyelesaikan berbagai misi di perairan yang bersebelahan dengan wilayah musuh.

Menurut komandan angkatan laut utama, uji coba elemen dasar pesawat tak berawak, pembangkit listrik tenaga nuklir berukuran kecil, telah dilakukan.

Poseidon drone bersama dengan operator mereka, membuat bagian dari apa yang disebut sistem serbaguna samudra.

Pesawat tak berawak mendapatkan namanya mengikuti hasil voting terbuka di situs web Kementerian Pertahanan Rusia.