Jumat, 18 Mei 2018 11:31 WITA

Diumumkan Pekan Depan, Begini Hitungan THR untuk PNS 2018

Editor: Abu Asyraf
Diumumkan Pekan Depan, Begini Hitungan THR untuk PNS 2018
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Presiden RI Joko Widodo berencana mengumumkan besaran Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN), pekan depan. Berapa besarannya?

"Insya Allah pekan depan," ujar Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Askolani mengatakan pencairan THR dan gaji ke-13 PNS dan pensiunan tinggal menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) yang sedang diproses oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.

"Kita tunggu PP-nya, sudah ada bayangannya. Budget-nya sudah diperhitungkan sesuai dengan kebijakan (gaji pokok plus tunjangan) yang sudah ditetapkan di APBN 2018. Tinggal pelaksanaannya tunggu PP-nya," ujar Askolani.

Terkait besar anggarannya, Askolani mengaku akan sedikit lebih besar dari tahun lalu karena tahun ini meliputi tambahan dana pensiun. 

"Besar anggarannya kemungkinan akan lebih besar sedikit dari tahun lalu, sebab ada tambahan untuk pensiun kan. Pensiun juga terima lebih supaya membantu daya beli masyarakat untuk meningkatkan ekonomi," kata Askolani.

Tahun ini, pembagian THR berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena THR juga akan dinikmati pensiunan PNS. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran belanja pegawai mencapai Rp365,7 triliun, termasuk didalamnya THR bagi pensiunan di tahun ini.

Sementara, realisasi belanja pegawai di tahun lalu hanya Rp 209 triliun. "Dan THR bagi pensiunan ini kan sudah diamanatkan di dalam APBN 2018. Jadi, tahun ini pensiunan dapat THR dan gaji ke-13," terang dia.

Di sisi lain, ia mengaku belum mendapat arahan mengenai perubahan struktur gaji PNS yang belakangan ini marak diperbincangkan. Menurutnya, Kemenkeu sudah berkomunikasi dengan Kementerian PAN-RB dan memastikan bahwa rencana yang beredar itu masih menggunakan data yang belum valid.

Besaran THR PNS

Kenaikan THR tahun ini adalah konsekuensi tidak naiknya gaji pegawai. Ini bukan kali pertama pemerintah memberikan THR. Pada 2016, pemerintah pertama kali memberikan THR kepada PNS sebagai kompensasi tidak ada penyesuaian gaji. Kebijakan itu dilanjutkan pada 2017 dan 2018.

Direktur Penyusunan APBN Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, pernah menjelaskan jumlah THR yang diberikan kepada para PNS aktif sebenarnya sama dengan kenaikan gaji pokok selama setahun. "Ya gaji memang tidak naik, tapi kami kasih THR. Sebenarnya angkanya sama antara dapat gaji pokok dan THR," ujar Kunta.

Data Kementerian Keuangan mencatat, pemerintah telah mencairkan sekitar hampir Rp23 triliun untuk THR dan gaji ke-13 bagi PNS aktif maupun pensiunan PNS di 2017. Adapun rincian dari pembayaran THR dan gaji ke-13 hampir Rp23 triliun, di antaranya untuk THR bagi PNS aktif sebesar Rp5,4 triliun dan gaji ke-13 sebesar Rp6,8 triliun.

Realisasi anggaran tersebut lebih besar daripada pembayaran THR dan gaji ke-13 PNS pada 2016 sebesar Rp17,9 triliun. Rinciannya, dana untuk membayar gaji ke-13 PNS aktif di 2016 sekitar‎ Rp6,5 triliun, gaji ke-13 untuk pensiunan PNS Rp6,2 triliun, dan THR bagi PNS aktif Rp5,2 triliun.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan pensiunan PNS akan memperoleh THR sama seperti PNS aktif di 2018. Kebijakan ini bisa disebut pertama kalinya karena dalam dua tahun (2016-2017) THR diberikan hanya untuk PNS aktif.

"PNS akan menerima THR dan gaji ke-13 tahun depan, begitu pula dengan pensiunan PNS juga dapat gaji ke-13 dan THR," kata Sri Mulyani.

Tags