Jumat, 18 Mei 2018 10:27 WITA

Aman Abdurrahman Masuk Ruang Sidang di Bawah Todongan Senjata

Editor: Abu Asyraf
Aman Abdurrahman Masuk Ruang Sidang di Bawah Todongan Senjata
Aman Abdurrahman

RAKYATKU.COM - Pengawalan ketat diterapkan aparat pada sidang tuntutan terhadap terdakwa bom Thamrin, Aman Abdurrahman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat pagi (18/5/2018).

Aman tiba di PN Jakarta Selatan sekitar pukul 08.21 WIB dengan dikawal ketat polisi bersenjata lengkap. Bahkan hingga duduk di kursi terdakwa, seorang polisi mengarahkan senjata dari belakang Aman. Polisi bersenjata lainnya mengawal dari sisi yang lain.

Aman datang dengan mengenakan gamis dan penutup kepala. Dia juga mengenakan rompi oranye. Namun, saat akan duduk di kursi terdakwa, rompi itu dilepas petugas.

Suasana pengamanan di PN Jakarta Selatan pada hari ini tampak sangat ketat, berbeda dibandingkan biasanya. Para pengunjung PN Jakarta Selatan hari ini dilarang memarkirkan kendaraan mereka di halaman pengadilan. 

Gerbang masuk dan gerbang keluar pengadilan ditutup dan dijaga polisi bersenjata laras panjang. Setiap pengunjung yang datang harus diperiksa badan dan seluruh barang bawaannya di pos satpam, sebelum diizinkan masuk ke dalam lingkungan pengadilan. 

Sejumlah aparat polisi dan TNI tampak menyebar untuk menjaga keamanan di PN Jakarta Selatan. Pintu masuk ruang sidang utama yang menjadi tempat persidangan juga tidak luput dari penjagaan polisi bersenjata. 

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan, ada 177 personel yang diterjunkan untuk mengamankan sidang pembacaan tuntutan terhadap Aman. "TNI-nya 30 orang, 147 anggota Polri," kata Indra.

Aman disebut sebagai orang yang berpengaruh di kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAD). Dia ikut sebagai negosiator dalam kerusuhan di Mako Brimob, Depok, pekan lalu.

Bahkan sempat beredar rekaman suara Aman yang isinya meminta para tahanan melepas sandera saat kerusuhan di Mako Brimob. Dia meminta para penghuni tahanan Mako Brimob tak ribut urusan duniawi. Namun, kata Aman dalam rekaman, lain cerita jika ricuh bersangkutan dengan masalah prinsipil.

Aman adalah satu dari 10 tahana teroris yang masih mendekam di Mako Brimob. Pascakerusuhan Mako Brimob, aparat memindahkan sekitar 145 tahanan ke Lapas Nusa Kambangan.

Masa penahanan Aman telah mengalami perpanjangan hingga sampai 4 Juli 2018. Perpanjangan masa penahanan tersebut merupakan yang kedua kali bagi Aman. Hal itu dilakukan berdasarkan permintaan majelis hakim kepada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Aman disangka melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Aman juga disangka dengan Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.