Jumat, 18 Mei 2018 09:32 WITA

Siapa Perempuan Misterius yang Terobos Rumah Terduga Teroris M Choir?

Editor: Abu Asyraf
Siapa Perempuan Misterius yang Terobos Rumah Terduga Teroris M Choir?
Sosok perempuan yang sempat merobos garis polisi di rumah kontrakan M Choir.

RAKYATKU.COM - Banyak yang penasaran dengan sosok perempuan yang menerobos garis polisi di rumah terduga teroris M Choir di Jalan Gempol Raya, Kunciran Induk, Pinang, Kota Tangerang.

Wanita berjilbab dan mengenakan masker tersebut dengan tenang masuk rumah. Dia mengambil sesuatu, lalu pergi. Padahal, rumah itu sedang dipasangi garis polisi. Tak satupun warga diizinkan untuk mendekati lokasi penangkapan M Choir tersebut.

Siapa sebenarnya wanita itu? Kepada warga, wanita itu mengaku sebagai istri Choir. Dia mengaku datang mengambil jaket untuk dibawa pulang kampung. Dia datang sekitar pukul 06.00 WIB pada Kamis (17/5/2018).

Beberapa warga sempat mencegah wanita itu masuk. Namun, dia tetap memaksa dengan alasan sudah mendapat izin dari kepolisian. Perempuan itu memang membawa kunci rumah toko tersebut sehingga bisa leluasa membuka pintu dan mengambil barang.

Pemilik kios ikan yang persis bersebelahan dengan rumah Choir, Verawati (31) ragu bahwa perempuan itu adalah istri Choir. Setahu dia, istri Choir ikut ditangkap pada Rabu (16/5/2018).

"Istrinya Mas Choir ya? Iya. Kapan keluarnya Mbak? Semalem. Ini saya dapat kuncinya," ucap Vera menirukan jawaban perempuan itu saat ditanya.

Setahu Vera, istri Choir sehari-hari mengenakan jilbab lebar dan mengenakan cadar. Sementara perempuan yang datang pagi-pagi itu hanya mengenakan jilbab biasa dan hanya mengenakan masker. Dia datang tanpa mengenakan helm dan motornya tidak menggunakan tanda nomor kendaraan atau pelat nomor.

Pemilik toko kelonton, Dewi pun tak yakin wanita yang menerobos garis polisi itu istri Choir. Sebab, perawakannya dan tutur katanya berbeda. "Kalau istrinya kan kecil ya. Kemarin juga sempet diperiksa polwan di rumah saya. Kalau yang tadi itu agak gemuk," kata Dewi.

"Dia acak-acak itu yang ada di bawah bangku panjang. Dia kaya ambil sesuatu langsung dimasukin kantong jaketnya," tutur Dewi.

Wanita tersebut bergegas keluar dan mengunci kembali pintu kios. Namun sayang, kunci motornya tertinggal di dalam. Dia berusaha membuka kembali pintu tersebut tapi sedikit kesulitan. Wanita itu sempat meminta bantuan Dewi untuk membuka pintu kios, tapi ditolak. Setelah berhasil mengambil kunci motor, wanita misterius itu bergegas pergi meninggalkan lokasi.

Pada saat bersamaan, dua jurnalis televisi tiba di lokasi. Dewi yang kala itu tak sempat mengambil ponsel, meminta wartawan yang baru datang untuk mengambil gambar wanita tersebut. "Dia marah-marah, 'jangan ambil gambar saya, saya laporin balik nanti'," kata Dewi menirukan wanita tersebut.

Saat kejadian, tidak ada polisi yang berjaga. Lokasi tersebut dijaga polisi sejak penangkapan hingga jam sahur dini hari. Beberapa personel kepolisian baru terlihat kembali sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, polisi mengamankan tiga terduga teroris di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Jalan Gempol Raya, Kota Tangerang, Rabu (16/5/2018). Salah seorang yang ditangkap anggota Densus 88 dikenal warga bernama M Choir. 

Dia bekerja sebagai seorang penjahit di rumah kontrakannya. Mida, salah seorang warga, mengaku melihat langsung penggerebekan Densus 88 itu. Saat itu, Mida sedang menggoreng pisang di warungnya, yang terletak di depan kontrakan M Choir.

Mida menyebut penggerebekan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Menurut dia, tiba-tiba dari arah Jalan Gempol Raya menuju Alam Sutera, terlihat lebih dari 10 orang laki-laki membawa pistol berlari menuju kontrakan Choir. 

"Si Oom (Choir) posisinya lagi di atas motor, tadi saya lihat dia habis buang sampah. Nah, terus tiba-tiba ada banyak tuh laki-laki nyergap dia. Saya takut saya kira rampok. Terus ada laki-laki yang bilang ke saya, 'Ibu minggir nanti kena tembak'," ujar Mida.

Saat penyergapan, Mida mendengar satu kali suara tembakan. Namun, dia tidak melihat ada perlawanan yang dilakukan Choir saat petugas mengamankannya. Mida melihat belasan petugas berpakaian hitam membawa senjata laras panjang merangsek masuk ke rumah kontrakan Choir. 

"Saya sih cuma dengar satu kali tembakan. Terus tiba-tiba polisi bawa senjata panjang datang," ujar Mida. 

Mida juga mengaku melihat istri Choir dan satu karyawannya dibawa oleh pria berseragam itu. Pukul 15.54, polisi telah memasang garis polisi di depan kontrakan terduga pelaku teroris. Ada tujuh polisi bersenjata lengkap berjaga di depan kontrakan tersebut.