Jumat, 18 Mei 2018 08:34 WITA

Daftar Barang Mewah yang Disita dari 3 Apartemen Najib Razak

Editor: Abu Asyraf
Daftar Barang Mewah yang Disita dari 3 Apartemen Najib Razak
Salah satu apartemen yang digeledah Polisi Diraja Malaysia.

RAKYATKU.COM - Polisi Diraja Malaysia mengangkut ratusan barang mewah yang diduga milik Tun Najib Razak. Termasuk tas dan koper berisi uang.

Polisi menyita sedikitnya 284 tas tangan mewah termasuk merek Hermes dan Birkin dalam operasi di tiga apartemen mewah. 

Operasi sejak semalam itu bagian dari investigasi kasus skandal korupsi di lembaga keuangan 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menyeret mantan Perdana Menteri Najib Razak.

Selain 284 tas tangan mewah, polisi juga menyita 72 tas bagasi berisi uang tunai dan perhiasan. Tiga apartemen yang digeledah berlokasi di Bukit Bintang. Namun, polisi tak menyebut apartemen itu milik Najib atau bukan.

Direktur Commercial Crime Investigation Department (CCID) Kepolisian Federal Malaysia, Amar Singh, mengatakan bahwa dia belum bisa memberikan perkiraan nilai barang-barang yang disita. Alasannya, jumlah barang sitaan terlalu banyak.

Hanya saja dia membenarkan bahwa tas merek Hermes dan Birkin yang harganya mencapai USD12.000 berada di antara barang yang disita.

Selain menggeledah tiga apartemen di Pavilion Residences Bukit Bintang, operasi serupa juga menyasar Kantor Najib Razak, kediaman resmi Najib, dan empat rumah yang pernah dihuni Najib.

Apartemen di Paviliun Residences tidak dihuni pada saat penggeledahan berlangsung. Menurut Amar, tak ada hambatan bagi polisi dalam menjalankan operasi.

Amar mengatakan satu unit apartemen yang digeledah terdaftar atas nama "Tan Sri". Dia menolak membocorkan lebih banyak rincian hasil operasi.

"Kami akan segera membuat pengumuman tentang detail barang yang disita setelah kami merampungkannya," ujarnya, yang dikutip Free Malaysia Today, Jumat (18/5/2018).

Polisi menyelesaikan operasi mereka di Pavilion Residences sebelum pukul 02.00 dini hari tadi. Amar mengatakan satuan tugas polisi juga menyita dokumen yang terkait investigasi skandal korupsi 1MDB dari Kantor Perdana Menteri pada hari Rabu lalu.