Kamis, 17 Mei 2018 15:30 WITA

Bawa Koper Berisi Rp5 Miliar, Sam: Siapa Tangkap Otak Teroris, Ini Cash

Editor: Aswad Syam
Bawa Koper Berisi Rp5 Miliar, Sam: Siapa Tangkap Otak Teroris, Ini Cash
Sam Aliano memperlihatkan uang di dalam koper hitam, sebagai hadiah bagi yang menangkap otak teror bom di Indonesia.

RAKYATKU.COM, JAKARTA – Sam Aliano meletakkan dua koper hitam di atas meja. Dia membuka dan memperlihatkan isinya, segepok uang kertas pecahan seratus ribuan. Jumlahnya kata dia, ada Rp5 miliar.

Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia, mengadakan sayembara pencarian otak teroris di balik teror bom di Indonesia belakangan ini. 

"Saya naikkan dari Rp2 miliar, jadi Rp5 miliar, biar cepat ketangkep. Saya akan gantung otak teroris di Monas, biar bisa jadi pelajaran untuk yang lain. Dengan waktu 5x24 jam," kata Sam di kantor Samco, Jakarta, dikutip dari Viva, Kamis, (17/5/2018).

Dalam dua koper hitam yang dibawanya berisi masing-masing Rp2,5 miliar, dengan pecahan Rp100 ribu. Pengusaha yang gencar mempromosikan diri menjadi calon presiden ini, ingin kekejaman teroris segera dihentikan. 

"Demi rakyat, saya siapkan Rp5 miliar bagi warga yang bisa menyerahkan otak teroris. Saya sampaikan, mewakili relawan, turut berduka cita untuk kejadian teror di Surabaya, Sidoarjo dan Riau," kata pria yang mengenakan sarung batik itu.

Sembari menangis, Sam ingin rakyat tidak takut dalam peristiwa yang tengah melanda Tanah Air ini. Menurutnya, teroris telah merusak citra Islam. Karena itu, dia akan gigih melawan terorisme demi rakyat.

"Mereka bukan orang Indonesia, bukan agama mana pun, anti-kemanusiaan. Membunuh manusia halal, mengutip ayat-ayat untuk menyerang manusia, tidak ada cinta kasih sayang. Mereka bukan Islam, mereka anti-kemanusiaan," tegasnya.

Sebelumnya, pasca serangan bom di gereja Surabaya dan Sidoarjo, Sam mengumumkan sayembara; bagi siapa pun yang berhasil menangkap otak pelaku, akan diberikan uang sebesar Rp1 miliar.

Hari ini, pasca serangan di Mapolda Riau, nilainya ditambah menjadi Rp5 miliar. Alasannya, Sam sudah sangat geram dengan aksi teror kali ini.