Kamis, 17 Mei 2018 14:30 WITA

Dor...Dor...Dor! Mantan Dirlantas Polda Sulbar Ini Tembak Mati Tiga Teroris

Editor: Aswad Syam
Dor...Dor...Dor! Mantan Dirlantas Polda Sulbar Ini Tembak Mati Tiga Teroris
Kombes Pol Rudy Syarifuddin, Dirlantas Polda Riau

RAKYATKU.COM, RIAU - Kombes Pol Rudy Syarifuddin, ada di lantai bawah Mapolda Riau, ketika dia mendengar suara benturan di pintu samping gerbang Mapolda Riau, Rabu pagi, (16/5/2018).

Pria yang menjabat Dirlantas Polda Riau itu kemudian keluar, dan melihat empat pria bertopeng menyabetkan samurai kepada anggota polisi yang ada di halaman Mapolda Riau. Dia melihat rekannya, Kompol Farid Abdullah, personel Bidkum Polda Riau terluka pada bagian kepala belakang, sedangkan Brigadir John Hendrik anggota Propam Polda Riau, terluka di bagian pergelangan tangan.

Kombes Pol Rudy Syarifuddin lalu mencabut pistolnya, dan membidikkan ke arah penyerang satu demi satu. Hasilnya, dia berhasil merobohkan tiga penyerang. Satu penyerang lainnya, ditembak mati Bripka JB Panjaitan.

Usai itu, mantan Dirlantas Polda Sulbar itu, kemudian mengevakuasi anggota yang terluka. Ketika mobil Avanza putih kemudian melaju kencang dan menabrak Ipda Auzar, yang mengakibatkan mantan sopir Wakapolri itu mengembuskan napas terakhirnya di RS Bhayangkara.

Atas aksi heroiknya itu, kombes Rudy menerima penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian karena telah melumpuhkan tiga teroris. Selain Rudy, Jenderal Tito juga memberikan penghargaan yang sama kepada Brigadir Kepala Polisi JB Panjaitan yang melumpuhkan satu teroris lainnya. 

Penyematan kenaikan pangkat itu langsung diberikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Markas Polda Riau, Kamis, (17/5/2018). 

Siapa sebenarnya sosok Kombes Rudy Syarifudin?

Kombes Rudy Syarifudin merupakan perwira menengah yang baru bergabung di Polda Riau pada akhir tahun 2017. Sebelumnya, Rudy bertugas menduduki jabatan yang sama, yakni Dirlantas di Polda Sulawesi Barat. 

Dikutip dari Kriminologi.id, sejak dilantik pada Kamis, 30 November 2017, Rudy langsung meluncurkan beberapa program unggulannya. Di antaranya adalah pemberantasan pungutan liar (Pungli) dan pemanfaatan pos lalu lintas yang menurutnya lebih banyak kosong dan diisi orang gila setelah dibangun. 

Bahkan, di awal menduduki jabatan barunya di Polda Riau, dirinya telah mengingatkan kepada seluruh jajaran anggota satuan lalu lintas untuk mengubah kebiasaan lama yang kerap mengosongkan polantas untuk bersiaga di pos tersebut.

Anggota Lalu Lintas disiagakan di setiap pos yang tersebar di jalan raya untuk mendekatkan terhadap masyarakat.

Rudy sempat mengingatkan kepada anggota lalu lintas yang tidak mau standby di pos Polisi, maka sudah seharusnya berpikir ulang untuk jadi Polantas.

"Jangan jadi Polantas, kalau tidak mampu menunaikan tugas di masing-masing pos yang ditunjuk,” tambah Dirlantas Polda Riau dalam diskusi rutin dengan wartawan pada awal Januari 2018 di Riau. 

Kombes Rudy telah menerima penghargaan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Brigadir Jenderal. Hanya saja, karena pertimbangan belum ada kekosongan jabatan, sehingga Rudy menerima pin emas. 

Selain dua personel berprestasi di atas, Kapolri juga memberikan penghargaan KPLB kepada dua personel yang terluka dalam insiden serangan tersebut.

Kompol Farid Abdullah, personel Bidkum Polda Riau yang terluka pada bagian kepala belakang memperoleh kenaikan pangkat menjadi AKBP Farid Abdullah. Kemudian Brigadir John Hendrik anggota Propam Polda Riau menerima kenaikan pangkat menjadi Aipda.

Sementara anggota Polda Riau Haji Ipda Auzar yang gugur dalam insiden serangan teroris tersebut, terlebih dahulu menerima kenaikan pangkat menjadi Iptu Luar Biasa Anumerta Auzar.

Hasil pengembangan penyerangan teroris di Mapolda Riau, ada 8 orang yang sudah ditangkap. Polri belum mengungkap identitas dan seperti apa dugaan keterlibatan 8 orang ini.

"Kalau untuk kasus kelanjutan yang di sini sendiri, ini sudah ada 8 orang yang ditangkap oleh tim, sedang kita kembangkan," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mapolda Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru, seperti dilansir detik, Kamis (17/5/2018).

Menurut Tito, 8 orang tersebut ditangkap di wilayah Riau. Tito belum menjawab apakah kedelapan orang ini terlibat jaringan teroris. Namun, menurutnya, semua terkait dengan penyerangan di Mapolda Riau.

"Kita belum sampaikan jaringannya. Nanti setelah pemeriksaan, selesai semua baru nanti akan kita sampaikan," kata Tito.