Kamis, 17 Mei 2018 14:08 WITA

Laporan Tamsil Linrung dari Cape Town

Bersama Ebrahim De Malela, Keturunan Pejuang Islam Makassar

Editor: Mulyadi Abdillah
Bersama Ebrahim De Malela, Keturunan Pejuang Islam Makassar
Foto: IST

LUAR biasa. Merinding setelah berada di kuburan para wali. Mereka adalah Sheikh Yusuf Almakassari, Tuang Guru Sheigh Ismail Radiallahu Anhu, Tuang  Guru Sheigh Jalil RA dan Tuang Guru Tidore.

Mereka dibuang oleh Belanda ke Afrika Selatan daerah tandus yang berpenduduk tanpa muslim dengan harapan mereka bisa dikristenkan. Ternyata yang terjadi orang-orang kulit hitam dan penduduk non muslim lainnya malah mereka Islamkan. Subhanallah.

Saya menemukan dan mempelajari dokumen-dokumen di rumah yang di tempati keturunannya, baik Ebrahim De Malela maupun Muhammad Siddiq keturunan India yang di Islamkan oleh Syeikh Ismail De Malela maupun Hajjah Zaenab.

Saya berkesimpulan mereka-mereka itu adalah orang-orang yang ikhlas dalam mengamalkan pengetahuan keislaman yang diperoleh. Ajarannya tidak terlalu rumit. Nampak dari manuskrip asli yang ditinggalkan berupa doa-doa, zikir dan tulisan-tulisan lain yang sangat sederhana. Tapi sangat mengagumkan.

Bersama Ebrahim De Malela, Keturunan Pejuang Islam Makassar

Ternyata Nelson Mandela pun sangat hormat kepada para wali tersebut. Begitu bebas dari penjara, maka pertamakali yang beliau lakukan langsung ke kuburan para waliullah tersebut dan melaporkan bahwa sebagian kecil perjuangan para wali tersebut telah dia lakukan.

Penulis: Tamsil Linrung