Kamis, 17 Mei 2018 13:36 WITA

Pesawat Bersiap Terbang, Penumpang yang Telat Membuka Paksa Pintu

Editor: Aswad Syam
Pesawat Bersiap Terbang, Penumpang yang Telat Membuka Paksa Pintu
Petugas keamanan membekuk seorang penumpang yang berusaha membuka pintu pesawat saat dia telat.

RAKYATKU.COM, MELBOURNE - Ini adalah saat dramatis, ketika seorang penumpang yang marah berlari ke landasan di Bandara Melbourne, dan mencoba menyerbu pesawat Jetstar karena dia terlambat.

Adegan luar biasa itu terjadi hari ini, setelah pria itu ketinggalan pesawat. Dia kemudian mencoba mengejar pesawat yang masih standby di runway. Seluruh penumpang sudah di dalam, dan pintu sudah ditutup. Namun tangga garbarata masih menempel.  

Penumpang telat itu, kemudian menaiki tangga garbarata dan mencoba menarik pintu pesawat dari luar. Petugas yang melihat itu sebagai pelanggaran keamanan besar-besaran, pun tak tinggal diam. 

Pria itu menjadi agresif dan mengamu, ketika diberitahu bahwa dia terlambat berjam-jam untuk penerbangannya oleh staf Jetstar.

Pria itu kemudian mulai merokok di dalam terminal bandara dan sekitar pukul 09.30 pagi, lalu dia bergegas ke gerbang terdekat di mana dia mendorong melewati staf dan berlari ke runway.

Rekaman video menunjukkan, orang itu mencoba membuka pintu yang terkunci, sebelum menendangnya.

Sementara itu, staf maskapai penerbangan mengenakan jaket high-vis menonton dengan ngeri. 

Saksi Susannah Leigh Murray mengatakan kepada 9News, bahwa dia menunggu untuk naik ke pesawat ketika dia melihat pria di landasan.

"Pria ini berusaha menaiki tangga, dia bertarung secara fisik dengan staf, meninju dan mencakar mereka," katanya.

Pria itu berhenti di tengah tangga naik, tapi kemudian bebas dan berhasil mencapai pintu pesawat sebelum tertahan oleh petugas bagasi lagi.

Polisi Federal Australia kemudian muncul dan mengawal pria itu kembali melalui gerbang.

Pria berjanggut dan bertato, yang memiliki rambut beruban dan mengenakan sweter gelap, dibawa kembali ke bandara.

Pesawat itu tidak melakukan perjalanan ke tujuan awal pria itu.

Serangan yang dituduhkan mengakibatkan dua karyawan Jetstar cedera fisik.

Teknisi kemudian memeriksa pesawat, sebelum kemudian menyatakan layak terbang dan menerbangkan penumpang pada saat itu.

"Kami memuji kru kami untuk menangani insiden ini dengan aman, dan menahan penumpang sampai polisi tiba," kata Jetstar dalam sebuah pernyataan.

"Perilaku ini tidak dapat diterima dan kami telah menempatkan larangan langsung pada penumpang ini yang melakukan perjalanan di semua penerbangan Jetstar dan Qantas," ungkap juru bicara Jetstar.