Kamis, 17 Mei 2018 10:58 WITA

Beberapa Mil dari Tempat Ivanka Tertawa, Warga Palestina Meregang Nyawa

Editor: Aswad Syam
Beberapa Mil dari Tempat Ivanka Tertawa, Warga Palestina Meregang Nyawa
Ivanka Trump dan suaminya, Jared Kushner, berfoto bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan istrinya Sara Netanyahu pada pembukaan kedutaan AS di Yerusalem (kiri). Tak jauh dari tempat itu, seorang bocah Palestina meregang nyawa. (Foto: EPA)

RAKYATKU.COM, GAZA - Ivanka Trump bersama suaminya, Jared Kushner tertawa lepas. Di sampingnya berdiri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan istrinya, Sara Netanyahu. Mereka berswafoto saat menghadiri pembukaan kedutaan AS di Yerusalem.

Hanya berjarak beberapa mil dari tempat itu, ratusan warga Palestina meregang nyawa.

Seorang bayi yang menghirup gas air mata, termasuk di antara 58 orang Palestina yang tewas, dalam bentrokan dengan kekerasan di sepanjang perbatasan Gaza dengan Israel pada hari Senin (14/5/2018) lalu. 

Hanya beberapa mil jauhnya pada waktu yang hampir bersamaan, Ivanka Trump, suaminya Jared Kushner dan beberapa tokoh Gedung Putih lainnya semua tersenyum, ketika mereka secara resmi membuka kedutaan baru AS di Yerusalem, Israel. 

Ayah Ivanka, Presiden AS Donald Trump mengirim cuitan di twitternya, bahwa itu adalah 'hari besar bagi Israel'. Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, itu adalah 'hari yang mulia'. 

"Ingat momen ini. Ini adalah sejarah," katanya pada upacara pembukaan. 

Tetapi ketika AS dan Israel merayakan pembukaan Kedutaan Amerika yang baru di Yerusalem, militer Israel, mendapat kecaman internasional karena menggunakan kekerasan berlebihan terhadap pengunjuk rasa tak bersenjata.

Pembukaan Kedutaan Besar Amerika di Yerussalem itu menjadi hari paling mematikan di Gaza, sejak perang 2014 antara Israel dan Hamas yang berkuasa di Gaza. Karena, melihat lebih dari 2.700 orang terluka. 

"Di antara mereka, 1.360 orang terluka oleh penembakan langsung tentara Israel, dengan lebih dari 130 dikatakan dalam kondisi serius atau kritis," kata kementerian kesehatan. 

Dalam sebuah rekaman video, Trump mengatakan langkah kedutaan, sebuah janji kampanye utama, mengakui 'kenyataan nyata' bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. 

Dia menambahkan, Amerika Serikat tetap berkomitmen penuh untuk memfasilitasi perjanjian perdamaian yang langgeng. Namun Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, dia 'tidak akan menerima' kesepakatan damai yang diusulkan oleh pemerintahan Trump. 

Presiden Palestina juga mendesak komunitas internasional untuk mengutuk apa yang dia katakan adalah 'pembantaian' yang dilakukan oleh pasukan Israel di Gaza.