Kamis, 17 Mei 2018 10:14 WITA

Terduga Teroris Digerebek Bareng Istri Kedua, Istri Pertama Mengaku Tak Tahu Kapan Nikah

Editor: Aswad Syam
Terduga Teroris Digerebek Bareng Istri Kedua, Istri Pertama Mengaku Tak Tahu Kapan Nikah
Penggerebekan teroris yang dilakukan Densus 88 di Jawa Timur.

RAKYATKU.COM, SURABAYA - Densus 88 Antiteror, berhasil mengendus keberadaan Syamsul Arifin alias Abu Umar (37). Ketua Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur itu berhasil dibekuk di rumah kontrakannya, di Perum Banjararum Blok BB, Singosari, Kabupaten Malang, Selasa, (15/5/2018). 

Syamsul Arifin tak sendiri, dia ditangkap bersama seorang perempuan bernama Wahyu Mega Wijayanti (40). Wanita ini ternyata adalah istri siri, Syamsul Arifin. Istri sahnya bernama Insiah.

Insiah mengaku tidak mengetahui jika suaminya punya istri siri. Ketika ditanya apakah suaminya pernah meminta izin untuk menikah lagi, sorot mata ibu dua anak ini langsung berubah tajam. Setahu Insiah, suaminya memang sering bepergian keluar kota. Biasanya ke Malang, Jombang dan Surabaya.

"Ndak tahu saya. Silakan tanyakan sendiri kalau orangnya ada. Dia kan jualan majalah dan buku-buku. Jadi ke mana-mana itu untuk kulakan buku itu," kata perempuan berhijab dan bercadar cokelat ini, sebagaimana dilansir detik, Kamis (17/5/2018).

Sementara itu penangkapan ini membuat ibu kandung Syamsul Arifin, Patokah syok. Ibunya sedih, pendirian Apin sapaan akrab Syamsul Arifin, tidak seperti anak-anaknya yang lain. Syamsul Arifin merupakan anak kedua pasangan Purwanto dan Patokah.

Patokah mengatakan, Syamsul Arifin berubah menjadi radikal sejak kuliah di STI Al Muslihun Tlogo. Sampai-sampai sang ibu sering mengeluhkan sikap keras anaknya itu.

"Sudah dibilangin gak usah ikut yang begitu itu tetap ngeyel. Sedih saya merasakan anak saya yang itu. Ndak seperti saudaranya yang lain," tutur Patokah kepada detik.

Syamsul Arifin di kalangan tetangga dikenal sebagai penjual buku.