Kamis, 17 Mei 2018 09:43 WITA

Duet Pasukan Elite TNI-Polri Ini Bakal Habisi Teroris

Editor: Aswad Syam
Duet Pasukan Elite TNI-Polri Ini Bakal Habisi Teroris
Kolaborasi Densus 88 dan Kopassus. Sumber foto: Antara.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Rentetan aksi teror yang memporakporandakan pertahanan pasukan pengamanan sipil, membuat Polri meminta bantuan ke TNI.

Kapolri Jenderal TNI Tito Karnavian mengaku sudah menghubungi Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto untuk membantu menerjunkan pasukan khususnya, membantu Polri memberantas teroris.

"Saya sudah hubungi Panglima TNI, Marsekal Hadi, saya bilang bang ayo kita sama-sama (memberantas teroris)," ujar Tito di acara Indonesia Lawyers Club, Rabu dini hari (16/5/2018).

Panglima TNI pun mengirimkan pasukan elite-nya, Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Itu diakui Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto.

"Kopassus sudah ikut masuk. Pak Kapolri sampaikan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2018).

Setyo menjelaskan, Kopassus ikut membantu Polri dalam operasi penangkapan dan penggerebekan. Satuan Polri yang bersentuhan langsung dengan Kopassus adalah Brimob.

Selain itu, TNI juga tangah menyiapkan satuan khusus lainnya untuk menangani masalah terorisme. TNI membentuk Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab). Komando operasi ini sudah direstui oleh Prisiden Joko Widodo.

"Untuk komando operasi khusus gabungan TNI, sudah direstui oleh presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI," ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (16/5/2018).

Moeldoko menjelaskan, pembentukan Koopssusgab tidak perlu menunggu RUU Terorisme disahkan. Di dalamnya terdapat pasukan khusus darat, laut, dan udara yang terpilih.

"Bisa untuk operasi perang dan operasi selain perang. Intinya siap serahkan pada aparat keamanan, kita siap mengahadapi situasi apapun. Masyarakat nggak perlu resah. Sekali lagi percayakan pada kami," ujar Moeldoko.

Kerusuhan di Mako Brimob terjadi pada Selasa (8/5/2018). Setelah itu, terjadi beberapa peristiwa berkaitan dengan tindak pidana terorisme susulan. Pada Minggu (13/5/2018) pagi, terjadi serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, disusul bom meledak di rusunawa di Sidoarja, hingga penyerangan ke Mapolda Riau hari ini.

Rangkaian penangkapan pun dilakukan aparat seiring rentetan teror itu. Sebanyak 33 orang ditangkap hingga Rabu (16/5/2018) sore.

"33 jumlahnya sampai hari ini," kata Wakapolri Komjen Syafruddin seusai pemakaman Iptu Anumerta Auzar di TPU Kelurahan Bambu Kuning, Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, Rabu (16/5/2018).