Rabu, 16 Mei 2018 23:15 WITA

Berpapasan Rombongan Kampanye, Empat Warga Jeneponto Jadi Korban Penganiayaan

Penulis: Zul Lallo
Editor: Abu Asyraf
Berpapasan Rombongan Kampanye, Empat Warga Jeneponto Jadi Korban Penganiayaan
Salah seorang korban penganiayaan di Jeneponto, Rabu (16/5/2018).

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Dugaan penganiayaan menimpa empat warga Jeneponto, Rabu (16/5/2018). Kasus itu terjadi Kampung Tamanroya, Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea.

Empat warga yang menjadi korban antara lain Lukman (25), warga Ci'nong, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea. Korban mengalami luka terbuka pada bagian hidung. 

Korban lainnya, Sri Ayu (12) mengalami luka terbuka pada bagian jidat. Lalu, Dewi Sartika binti Sirajang (42) mengalami luka bengkak pada bagian kepala. Sedangkan Baharuddin (50) yang diketahui pegawai Lembaga Pemasyarakatan Jeneponto mengalami luka memar pada bagian mata sebelah kanan. 

Pelaku penganiayaan tersebut Moko Sibali bersama empat orang saudaranya. Mereka adalah warga Lingkungan Tamanroya, Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea. Para pelaku melarikan diri usai kejadian.

"Untuk sementara pelaku masih lidik dan terus dilakukan pencarian," ujar Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul.

Dia sekaligus meminta kepada keluarga korban agar mempercayakan penanganan kasus ini kepala polisi. "Serahkan ke pihak yang berwajib. Jangan main hakim sendiri dan tidak melakukan pengrusakan," jelas Syahrul. 

Berdasarkan keterangan saksi Saharuddin, korban saat itu mengendarai mobil Avanza dari arah Makassar. Di lokasi itu, mereka berpapasan iring-iringan rombongan kampanye salah seorang paslon bupati dan wakil bupati Jeneponto.

Sementara mobil pelaku berada di samping kiri mobil korban. Salah seorang di antaranya memukul kaca mobil korban. Hal itu membuat Baharuddin marah dan turun dari mobilnya lalu mempertanyakan aksi tersebut. Eh, Moko langsung melayangkan tinju ke wajah Baharuddin.

Melihat kejadian itu, keluarga korban berniat melerai, namun ikut menjadi korban penganiayaan. Rombongan Moko yang berjumlah empat orang ikut menyerang dengan batu. Akibatnya empat orang mengalami luka-luka. Mereka lalu dilarikan ke Puskesmas Tamalatea. Lukman dirujuk ke RSUD Lanto Dg Pasewang.