Rabu, 16 Mei 2018 22:45 WITA

Jelang Ramadan, Manajemen dan Pegawai RSUD Bulukumba Saling Memaafkan

Penulis: Rahmatullah
Editor: Abu Asyraf
Jelang Ramadan, Manajemen dan Pegawai RSUD Bulukumba Saling Memaafkan
Suasana apel pagi di halaman depan RSUD Bulukumba, Rabu (16/5/2018).

RAKYATKU.COM,BULUKUMBA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, menggelar apel pagi terakhir sebelum memasuki bulan suci Ramadan 1439 H yang jatuh pada Kamis (17/5/2018). Apel pagi tersebut digelar di halaman depan rumah sakit, Rabu (16/5/2018).

Apel pagi dihadiri puluhan pegawai RSUD bersama pejabat struktural manajemen rumah sakit berlangsung khidmat.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD, dr Abdur Rajab yang sekaligus pembina apel, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan rumah sakit yang telah konsisten mengikuti apel pagi sebelum memulai aktivitas pelayanan.

"Dengan apel pagi, kita akan lebih memaknai arti kedisiplinan dan arti kebersamaan," katanya.

Diketahui, selama bulan suci Ramadan kegiatan apel pagi untuk sementara waktu ditiadakan hingga usainya bulan puasa.

Dalam kesempatan itu, di hadapan seluruh peserta apel, dr Rajab juga menyampaikan bahwa rumah sakit telah menyiapkan konsumsi untuk berbuka puasa dan makan sahur bagi pegawai yang melaksanakan puasa.

"Bagi pegawai rumah sakit yang mendapat giliran jaga siang dan jaga malam, tidak perlu membawa bekal dari rumah karena rumah sakit telah menyiapkan konsumsi," tutup dr Rajab.

Pada kesempatan ini pula, dr Radjab menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pegawainya sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

"Tidak terasa kita telah sampai pada Ramadan 1439 H. Olehnya itu selaku pribadi dan direktur RSUD saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya bila selama ini ada kata dan sikap yang menggores hati," ujar dr Rajab.

Menurutnya, sebagai umat manusia yang beragama semestinya harus saling maaf memaafkan. Terlebih lagi menjelang bulan suci Ramadan yang penuh ampunan dan merupakan peristiwa penting bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia.

"Maaf dan memaafkan adalah sifat alamiah seorang manusia, yang tidak harus berbuat salah ataupun menunggu kesalahan orang lain. Bahkan menurut agama, mereka yang pertama kali memberi maaf akan memperoleh kedudukan istimewa di sisi Tuhan," imbuhnya.