Rabu, 16 Mei 2018 14:48 WITA

Saksi di Sidang Kakek Subeki Bikin JPU Kesal

Editor: Mulyadi Abdillah
Saksi di Sidang Kakek Subeki Bikin JPU Kesal
Kakek Subeki saat mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Makassar, pada Rabu (16/5/2018) siang.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Meski sempat molor, sidang lanjutan pemalsuan surat yang mendakwa kakek Subeki digelar di Pengadilan Negeri Makassar pada Rabu (16/5/2018) siang. Sidang mengagendakan pemeriksaan saksi. 

Dua saksi yang dihadirkan pada persidangan kali ini ialah Deni Irawan (pelapor) dan Syamsul Bahri. Dalam sidang tersebut, mata tertuju pada saksi yang juga menjadi pelapor kakek Subeki, Deni Irawan. 

Pasalnya, para kerabat kakek Subeki tidak mengerti alasan Deni Irawan melaporkan Subeki ke Mapolda Sulsel beberapa waktu silam. 

Hal ini menjadi pertanyaan karena secara tidak langsung, Deni Irawan bukanlah orang yang dirugikan atas kepemilikan surat tanah yang dimiliki oleh kakek Subeki. Deni adalah menantu dari Ali Arfan, orang yang pernah menggugat perdata lahan Subeki yang pada akhirnya dimenangkan oleh kakek yang berusia lanjut ini. 

"Saya tidak tahu kenapa Pak Ali Arfan dikalahkan pada gugatan perdata. Tapi saya merasa kalau surat yang digunakannya itu suratnya palsu," kata Deni di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Bambang Nurcahyono. 

Namun saat dicecar untuk menunjukkan bukti pemalsuan surat yang didakwakan kepada kakek Subeki, Deni tidak bisa menunjukkannya. Bahkan, jaksa penuntut umum sempat dibuat kesal karena pernyataan Deni yang tidak konsisten dengan apa yang diucapkannya saat masih diperiksa oleh penyidik Polda Sulsel. 

Usai, keterangan dari Deni Irawan, saksi kedua yang dihadirkan JPU, Syamsul Bahri, juga tidak bisa menjawab konsisten pertanyaan dari penasihat hukum Subeki. Hal ini membuat kuasa hukum Subeki, Burhan Kamma Marausa optimistis bahwa tuduhan yang ditujukan kepada ketiga kliennya memang tidak memiliki bukti yang kuat. 

"Kita lihat tadi dua saksi tidak bisa membuktikan apa-apa saat ditanya oleh hakim. Ini membuktikan kalau kakek Subeki memang tidak salah," ujarnya. 

Sidang pemeriksaan saksi sendiri akan dilanjutkan pada Selasa pagi (22/5/2018) pekan depan. Usai sidang ditutup, kakek Subeki dengan bantuan kursi roda keluar dari persidangan debgan sedikit pucat.