Rabu, 16 Mei 2018 02:30 WITA

KPAI Pulihkan Mental Bocah Saksi Kunci Bom Polrestabes Surabaya

Editor: Fathul Khair Akmal
KPAI Pulihkan Mental Bocah Saksi Kunci Bom Polrestabes Surabaya
Seorang polisi menyelamatkan seorang anak bomber Mapolrestabes yang selamat dari ledakan.

RAKYATKU.COM - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait, mengatakan pihaknya akan segera memberikan pendampingan kepada bocah berusia 8 tahun yang menjadi saksi kunci bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, Senin kemarin (14/5/2018). 

Pendampingan yang dilakukan kata Arist, adalah dengan memulihkan mental bocah itu, untuk menurunkan kadar radikalnya.

"Besok kami akan berangkat ke Surabaya untuk menemui anak itu langsung. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak pengamanan terkait," ujar Arist di kantornya di kawasan Jakarta Timur, Selasa (15/5/2018).

Arist menilai, korban anak tersebut bukan sebagai pelaku pengeboman, melainkan korban dari penyebaran ideologi radikal. Namun, untuk menjalankan programnya ini, pihaknya masih menunggu kondisi korban agar lebih stabil.

Saat ini, menurutnya, anak tersebut masih berada dalam penanganan medis di rumah sakit. Menurut Arist, pendampingan psikoterapi merupakan salah satu program untuk menurunkan tingkat atau kadar radikal (deradikalisasi) pada diri teroris.

Arist mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) sejak 2 tahun lalu. Terkait peristiwa ini, pihaknya akan membentuk tim deradikalisasi untuk melindungi anak-anak dari paham radikalisme.

"Kami menangani anak-anak teroris, termasuk orang yang sudah terpidana. Program ini sudah berjalan di seluruh Indonesia, dan akan kami fokuskan di Surabaya," kata Arist.

Terkait dengan akibat dari insiden bom bunuh diri, pihaknya menghimbau agar masyarakat juga mengambil peran untuk membentengi anak-anak dari paham radikal ini.

"Masyarakat harus mengawasi anak anak dari paham radikalisasi. Kemungkinan masuknya paham tersebut bisa datang dari mana saja, tidak terkecuali dari orangtua sendiri," pungkas Arist.