Senin, 14 Mei 2018 19:22 WITA

Jual Alat Kelamin Tiruan, 4 Pria dan 1 Wanita Diamankan Polisi Kamboja

Editor: Aswad Syam
Jual Alat Kelamin Tiruan, 4 Pria dan 1 Wanita Diamankan Polisi Kamboja
Para tersangka penjual mainan seks yang diamankan polisi Kamboja.

RAKYATKU.COM, KAMBOJA - Sebuah geng mainan seks diarak di depan puluhan dildo terlarang oleh polisi di Kamboja, setelah menjual alat bantu seksi itu.

Keempat pria dan satu wanita, berdiri di belakang alat bantu seks yang disita aparat, setelah mereka menjual secara ilegal melalui Facebook Live.

Para petugas menyita sepuluh karet vagina, 45 vibrator, 11 penis karet, 53 DVD dewasa dan ratusan pil serta pelumas, dalam penggerebekan di sebuah gudang di Phnom Penh, Kamboja.

Mainan seks dilarang di negara Asia Tenggara itu.

Dalam video kepala polisi Letnan Jenderal Rath Sreang melambai-lambaikan penis plastik di kamera, saat dia membekuk lima orang itu karena menjual secara ilegal alat bantu seks itu.

"Khmer adalah tradisi yang lembut dan dibudidayakan dengan baik. Pada abad 21 orang memperoleh hak penuh, termasuk mencari nafkah di pasar bebas. Tetapi para oportunis ini menggunakan hak mereka yang terlalu besar, dan merusak budaya tradisional," ujar Letjen Sreang.

"Mereka menyalahgunakan tradisi baik yang dialami oleh orang-orang Kamboja sebelumnya, dengan menanamkan budaya Barat ke Kamboja untuk keuntungan pribadi," lanjut Letjen Sreang.

Loading...

Tersangka Buth Dyna (28), Duch Cheandy (24), Sombath Sombo (26), Reung Chet (27), dan Yun Sreynet (16), mengaku menjual materi pornografi selama pawai pada 11 Mei dan ditahan saat jaksa menyiapkan kasus pengadilan.

Polisi dari skuad perdagangan manusia serta polisi sipil militer dari Gendarmerie Royal De Phnom Penh, melakukan operasi dan memergoki kelompok itu.

"Perangkat ini melanggar hukum negara dan dapat merusak anak muda, mereka dapat menyebabkan orang melakukan pemerkosaan dan bahkan anak-anak rentan terhadap hasrat yang tidak terkendali yang mereka ciptakan," tambah Letjen Sreang.

Wakil Komandan Royal Gendarmerie of Phnom Penh, Jenderal Branh Seng, memperingatkan bahwa mainan seks tidak boleh ada dalam budaya Kamboja.

"Saya meminta semua warga Kamboja untuk berpartisipasi dalam mencegah dan meninggalkan ide-ide palsu. Kita harus mencegah orang mengambil keuntungan dari kepentingan mereka sendiri untuk dihancurkan. Demi budaya, tradisi, dan moralitas Khmer," pungkas Jenderal Branh Seng.

Loading...
Loading...