Senin, 14 Mei 2018 17:17 WITA

Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Jokowi 46 Persen

Editor: Mulyadi Abdillah
Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Jokowi 46 Persen
Jokowi

RAKYATKU.COM - Joko Widodo (Jokowi) kembali unggul dalam hasil survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terkait elektabilitas capres pada Pilpres 2019. 

Survei dilakukan dengan simulasi pertanyaan, 'Jika pemilihan presiden dilakukan hari ini, di antara nama-nama di bawah ini, siapakah yang Ibu/Bapak pilih sebagai presiden?'. 

Hasilnya, elektabilitas Jokowi berada diangka 46 persen. Namun, LSI Denny JA tak merilis elektabilitas calon lainnya. 

"Calon lain, kalau ditotal 44,7 persen. Ini gabungan dari elektabilitas para capres yang lain," ucap peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby kepada wartawan, pada Senin (14/5/2018). 

Dipaparkan, ada 13 nama yang disurvei. Antara lain Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo, Agus Harimurti Yudhoyono dan Muhaimin Iskandar. 

Responden yang belum menjawab ada 9,3 persen. Survei dilakukan pada 28 April-5 Mei 2018 terhadap 1.200 responden dengan wawancara tatap muka. Metode yang dilakukan menggunakan multistage random sampling dilengkapi FGD dan analisis media serta indepth interview. Margin of error dari survei ini +- 2,9%.

Dilansir dari detikcom, elektabilitas Jokowi belum berada di angka yang aman, yakni di bawah 50%. 

"Tentunya sebagai petahana elektabilitas di bawah 50% bukanlah angka yang nyaman. Karena sebagai petahana harusnya minimal elektabilitas Jokowi di atas 50%," ujar Adjie Alfaraby. 

Selisih elektabilitas Jokowi dengan capres lain, disebutkan hanya 2 persen. Hal itulah yang membuat LSI Denny JA menyimpulkan, meski masih menjadi yang terkuat, elektabilitas Jokowi masih goyah. 

"Kita lihat tokoh-tokoh lain elektabilitasnya masih rendah. Tapi kalau kita total itu mencapai 44,7%. Artinya ada 44,7% pemilih atau responden yang tidak memilih Jokowi. Ada nama yang lain. Kalau kemudian tokoh ini kemudian bergabung, pemilih di luar Jokowi ini digabung, ini selisihnya cuma 2 persen dengan Jokowi. Jadi selisih dari elektabilitas antara Jokowi dengan calon-calon lain hanya 2% kalau digabung," tutur Adjie. 

Catatan ketiga, masih ada waktu 11 bulan untuk meningkatkan elektabilitas. Jadi, kata Adjie, masih ada kesempatan bagi capres lain untuk menggeser elektabilitas Jokowi. 

"Waktu masih 11 bulan. Selisihnya hanya dua persen. Sehingga meski terkuat, namun Pak Jokowi masih goyah dari segi elektabilitasnya," ungkap Adjie.