Senin, 14 Mei 2018 14:43 WITA

Perempuan Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri, Kementerian PPPA Bereaksi

Editor: Andi Chaerul Fadli
Perempuan Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri, Kementerian PPPA Bereaksi

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise turut berduka atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Surabaya.

Dalam keterangan resminya, KPPPA mengutuk keras segala bentuk tindakan Terorisme dan Radikalisme, keprihatinan itu semakin memuncak sebab perempuan dan anak-anak dilibatkan sebagai pelaku peledakan bom bunuh diri. 

Menurutnya, perempuan mesti melihat potensinya sebagai aset negara yang harus diberdayakan untuk pembangunan.

"Perempuan sebaiknya fokus pada hal positif untuk mengembangkan potensinya, supaya jadi perempuan mandiri dan terlibat salam semua aspek pembangunan," ujar Menteri Yohana, Senin (14/5/2018).

Ia mengatakan, pelibatan anak dalam tindakan terorisme dan radikalisme dapat dikenakan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Wanita yang akrab disapa Mama Yo ini pun mengimbau kepada setiap keluarga bahwa pentingnya membangun ketahanan keluarga serta kepekaan terhadap lingkungan, agar mengantisipasi keluarga tidak terpengaruh atau terbawa radikalisme.

"Dalam hal ini, kepala keluarga juga berperan penting terhadap perlindungan keluarganya," katanya.

Ia mengaku, Kementerian PPPA siap memberikan bantuan pendampingan trauma healing bagi para korban yang membutuhkan melalui UPTD dan P2TP2A di daerah.

KPPPA juga telah meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan mendukung #KamiTidakTakut, #BersatuLawanTeroris. "Kita harus bersabar, tidak terprovokasi, membangun komunikasi positif dan tetap meningkatkan waspada," ujarnya.