Jumat, 11 Mei 2018 17:11 WITA

Anda Penderita TB? Coba Simak Nasihat Dokter Cantik Ini

Editor: Aswad Syam
Anda Penderita TB? Coba Simak Nasihat Dokter Cantik Ini
dr. Magdalena Sutanto

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - "Kalau Mau Sembuh Ayo Rutin Minum Obat". Itulah kata pembukan dr. Magdalena Sutanto yang merupakan dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Itu diungkap dr. Magdalena dalam acara Sosialisasi ORARI Peduli TB dan Sahabat Kusta Kabupaten Bulukumba, di Aula Pertemuan RSUD HA Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Rabu (9/5/2018) lalu.

Dokter Lena, demikian dia disapa, menegaskan, kepatuhan minum obat bagi penderita Tuberculosis (TB) memang harus dilakukan untuk menghindari TB yang resisten terhadap obat atau TB-RO.

"Pengobatan bagi penderita TB berlangsung selama 6 bulan dan tidak boleh terhenti atau putus. Karena jika hal itu terjadi, maka virus penyakit TB tersebut akan menjadi kebal, sehingga resisten terhadap obat, yang berdampak pada waktu penyembuhan yang semakin lama," ujar dokter berparas cantik ini.

Dari keprihatinan tersebut secara nasional telah digalakkan TOSS (Temukan Obati Sampai Sembuh) untuk menekan angka penderita TB. Olehnya, peran orang sekitar, sangat penting untuk memotivasi penderita untuk rutin minum obat.

"Memang terkadang ada rasa bosan yang sering menghinggapi penderita, karena terlalu lamanya mereka harus mengkomsumsi obat. Tapi harus diketahui bahwa dengan mengkomsumsi obat secara rutin, akan membawa dirinya keluar dari penyakit TB alias sembuh," imbuh dokter kelahiran Kota Solo itu.

Dari data Poli Paru Rsud H. Andi Sulthan Daeng Radja, jumlah penderita TB di Bulukumba sebanyak 637 pasien dan peringkat ke-8 di Sulawesi Selatan.

"Tentunya kita prihatin dengan jumlah tersebut, olehnya itu peran stakeholder sangat dibutuhkan untuk menekan angka tersebut," tambah dr. Lena.

Dalam kesempatan itu, dr. Magdalena juga mengungkapkan, penyakit TB bukanlah penyakit turunan namun dapat menular ke orang orang sekitar melalui udara yang terkontaminasi dengan virus mikrobakterium tubercullosis.

Adapun tanda tanda yang lasim ditemukan yakni, batuk berdahak lebih dari 2 minggu (telah di obati tapi tidak sembuh sembuh), nyeri dada, dahak bercampur darah, berkeringat hebat di malam hari walau tanpa aktivitas. Namun, dirinya menyampaikan bahwa tidak semua tanda tanda tersebut dapat berakibat penyakit TB. Olehnya itu, dia menyarankan untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatan di tempat pelayanan kesehatan (Puskesmas dan Rumah Sakit).

Terlebih lagi RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, telah didukung dokter spesialis paru dengan alat yang canggih, dan menjadi rumah sakit rujukan TB dan TB-RO wilayah selatan selatan Sulawesi Selatan.