Kamis, 10 Mei 2018 14:58 WITA

Pemilu Malaysia

Mahathir Mohamad: Tidak akan Ada Balas Dendam, Tapi...

Editor: Mulyadi Abdillah
Mahathir Mohamad: Tidak akan Ada Balas Dendam, Tapi...
Mahathir Mohamad

RAKYATKU.COM - Perdana Menteri Malaysia terpilih, Mahathir Mohamad meyakinkan bahwa pemerintahannya tidak akan membalas dendam pada lawan-lawan politiknya 

Meski begitu, bila mantan perdana menteri Najib Abdul Razak ditemukan melanggar hukum, maka harus menghadapi konsekuensinya.

"Aturan hukum akan sepenuhnya dilaksanakan oleh pemerintah ini. Tidak akan ada balas dendam. Namun, katakanlah jika Najib melakukan sesuatu yang salah dia akan harus menghadapi konsekuensinya," katanya dalam konferensi pers dilansir dari Malaysia Kini, Kamis (10/5/2018).

Najib telah dirundung oleh isu kasus dugaan korupsi lembaga milik negara 1MDB. selama hampir satu dekade. Perusahaan yang dibentuk tidak lama setelah dia berkuasa pada tahun 2009, telah menjadi subyek penyelidikan oleh berbagai yurisdiksi di seluruh dunia.

Terutama, Departemen Kehakiman AS (DOJ) telah menuduh bahwa miliaran disedot dari perusahaan dan disalahgunakan.

Pada 2015, Najib memecat wakil perdana menteri Muhyiddin Yassin dan jaksa agung Abdul Ghani Patail ketika penyelidikan domestik pada 1MDB mulai terbentuk.

Pengganti Abdul Ghani, Mohamed Apandi Ali, telah membebaskan Najib dari kesalahan apa pun atas urusan 1MDB pada Januari 2016.

Diberitakan, Koalisi oposisi Pakatan Harapan (PH) yang dipimpin Mahathir Mohamad mengalahkan koalisi Barisan Nasional (BN) dalam pemilu ke-14 yang digelar Rabu (9/5) kemarin.

Hasil akhir resmi dari Komisi Pemilihan Umum Malaysia atau EC menunjukkan koalisi BN yang dipimpin Najib hanya meraih 79 kursi dari total 222 kursi Dewan Rakyat atau parlemen federal yang diperebutkan. Jumlah itu merosot tajam dari pemilu 2013, saat BN mampu meraup 132 kursi. 

Koalisi BN kalah dari koalisi oposisi Pakatan Harapan (PH) yang dinyatakan meraih 113 kursi Dewan Rakyat. Jumlah ini lebih dari cukup bagi oposisi untuk membentuk pemerintahan Malaysia yang baru.