Selasa, 08 Mei 2018 01:46 WITA

Pendiri Pustaka Bergerak Nirwan Arzuka, Berkunjung ke Bulukumba

Editor: Aswad Syam
Pendiri Pustaka Bergerak Nirwan Arzuka, Berkunjung ke Bulukumba
Nirwan Arzuka (pakai syal) saat berkunjung ke Radio Pemkab Bulukumba, Senin (7/5/2018).

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Pendiri Pustaka Bergerak Indonesia (PBI), Nirwan Ahmad Arzuka hadir di Bulukumba, Nirwan live talkshow di radio Pemkab Bulukumba, Radio Swara Panrita Lopi FM, yang dipandu host Kusnadi Yusuf, Senin (7/5/2018). 

Perbincangan menukik ke seputar gerakan literasi tanah air, PBI yang kini fenomenal di tanah air, dan geliat literasi di Bulukumba di mana puluhan simpul rumah baca di Bulukumba juga merupakan jaringan PBI.

Nirwan mengemukakan, jika gagasan brilian miliknya, yang kini diapprove oleh pemerintah, yakni ide tentang pemberian keringanan hukuman bagi narapidana yang memiliki prestasi tertentu dalam kegiatan literasi di dalam penjara.

Menurutnya, salah satu kekuatan literasi bukan saja membentuk kemampuan berkomunikasi dengan publik sejaman, namun juga mengasah kemampuan komunikasi kita dengan publik yang tidak sejaman.

Nirwan Ahmad Arzuka juga dikenal sosok di balik Hari Kirim Buku Gratis atau Free Cargo Literacy setiap tanggal 17 setiap bulan melalui PT Pos Indonesia.

Gagasan itu dikabulkan oleh Presiden Jokowi, Mei 2017 lalu. Sejak saat itulah, para donatur buku di dalam dan luar negeri dapat mengirim buku-buku tanpa bea ke semua rumah baca di tanah air, baik yang terdata sebagai simpul jaringan PBI maupun Kemdikbud.

Sarjana Teknik Nuklir kelahiran Barru, Sulsel ini, juga sosok penting di balik regulasi berupa aturan minimal 5% dari ADD setiap desa dialokasikan untuk pembangunan dan pengembangan perpustakaan desa.

Kemarin, Nirwan adalah salah satu penulis yang meluncurkan buku karyanya di Makassar International Writer Festival 2018. Sebuah even literasi yang menghadirkan 84 penulis dari 12 negara. Buku "Semesta Manusia" merupakan kumpulan pemikiran Nirwan Ahmad Arzuka.

Kehadiran penulis dan mantan jurnalis Kompas ini ke Bulukumba adalah untuk kedua kalinya. Sebelumnya pada 11 November 2017 lalu, Nirwan hadir sebagai pemateri bersama Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria dalam Bincang Literasi bersama puluhan penggiat literasi se-Sulsel. Kala itu inisiator dan organizernya adalah Alfian Nawawi, penggiat literasi dari Dihyah PROject dan Pustaka Rumput.

Kehadiran Nirwan kali kedua di Bulukumba ini, selain bermaksud bersilaturahim dengan para pegiat literasi di daerah ini, juga untuk memenuhi undangan khusus Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria yang juga sahabatnya.

Pengelola Pojok Baca Sokko Bampa 137, Muhlis mengatakan, kehadiran Nirwan memang selalu ditunggu di setiap daerah di tanah air, khususnya oleh para penggiat literasi. Salah seorang penggiat literasi Bulukumba.

"Saya bersyukur bisa ketemu langsung dengan Bang Nirwan, inspirator dan motivator dalam gerakan literasi. Banyak ilmu beliau dapat ditransfer langsung," kata Muhlis, pengelola Pojok Baca Sokko Bampa 137.

Selain talkshow di Radio SPL FM, Nirwan juga berkunjung ke Kucang Pustaka di Bontosunggu. Sebuah rumah baca yang kini juga sedang merintis Museum Literasi Bulukumba.

Agenda lainnya, Nirwan hadir dalam diskusi bersama para pegiat literasi bersama Wakil Bupati Bulukumba di ruang rapat Wakil Bupati, dilanjutkan acara jamuan makan malam bersama dengan para pegiat literasi Bulukumba di rujab wakil bupati pada malam harinya.